Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

Kamis, 18 Jan 2018 23:52
Dibaca: 406 kali
drberita/istimewa
Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.
DINAMIKARAKYAT - ‎Maringan Situmorang terdakwa kasus suap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengakui sudah dilarang keluarganya menjadi rekanan di pemerintahan di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Marigan Situmorang dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 18 Januari 2018. Maringan sudah 10 tahun lebih bergelut di dunia kontruksi.

Akibat kasus ini Marigan merasa menyesalkan tidak mendengari nasehat keluarganya sehingga harus menjalani proses hukum.

"‎Pak majelis hakim yang mulia, sebenarnya sudah 2 tahun lalu saya diminta istri dan anak-anak saya untuk tidak bekerja ini lagi. Karena banyak masalah dan bisa masuk penjara," ungkap Marigan di hadapan majelis hakim diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

‎Marigan Situmorang mengungkapkan rasa kesedihannya harus terpisah dengan istri dan anaknya. Namun, setiap sidang istri dan anaknya selalu hadir untuk mendampinginya dari bangku pengunjung.

"Sudah 10 tahun saya bekerja seperti ini pak majelis hakim. Istri saya sendiri sudah berulang kali meminta saya tidak bekerja seperti ini," ucap Marigan dengan sedih.

Marigan juga mengakui setiap proyek di Dinas PUPR Batubara selalu ada ucapan terima kasih diberikan kepada OK Arya Zulkarnain‎. Pemberian imbalan itu untuk mendapatkan proyek dari Dinas PUPR Batubara.

"Tidak ada dijanjikan 10 persen (fee proyek), cuma sebagai ucapan terima kasih (‎kepada mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain)," tutur Marigan.

Sesuai dengan dakwan, ‎OK Arya Zulkarnain menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari dua terdakwa. Dengan perincian Maringan Situmorang memberikan suap sebesar Rp3,7 miliar dan Syaiful Azhar‎ sebesar Rp400 juta.

Sementara Syaiful Azhar mengatakan pemberian uang sebesar Rp400 juta untuk pengerjaan satu proyek. Uang tersebut diberikan untuk sebagai ucapan terima kasih kepada Bupati OK Arya Zulkarnain saat itu.

"Uang itu sebagai komitmen fee, untuk memperoleh pekerjaan.‎ Saya berikan pada 22 Agustus 2017 lalu," ungkap Syaiful.

Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP. (art/drc)

Editor: admin

T#g:korupsi apbdmaringan situmorangok arya zulkarnainsuap proyek batubarasyaiful azhartipikor medan
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:12

    Kejati Sumut Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Seperti tidak ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur pemerintah desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 inisial ES.

  • Selasa, 20 Feb 2018 01:10

    DPRD Medan Akui Proyek Jalur Pendestrian Rp100 Miliar Mubajir

    Pembangunan jalur pendestrian tersebut telah menghabiskan APBD 2017 senilai Rp100 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan.

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:59

    Kejati Sumut dan Tim Ahli Jadwalkan Pemeriksaan Lapangan Proyek Taman Raja Batu

    Kejati Sumut sudah berkoordinasi dengan saksi ahli untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung ke objek korupsi Taman Raja Batu, di kawasan Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir