• Home
  • Hukum
  • Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

Maringan dan Syaiful Buka-bukaan Soal Fee ke OK Arya

Kamis, 18 Jan 2018 23:52
Dibaca: 548 kali
drberita/istimewa
Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.
DINAMIKARAKYAT - ‎Maringan Situmorang terdakwa kasus suap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengakui sudah dilarang keluarganya menjadi rekanan di pemerintahan di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Marigan Situmorang dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 18 Januari 2018. Maringan sudah 10 tahun lebih bergelut di dunia kontruksi.

Akibat kasus ini Marigan merasa menyesalkan tidak mendengari nasehat keluarganya sehingga harus menjalani proses hukum.

"‎Pak majelis hakim yang mulia, sebenarnya sudah 2 tahun lalu saya diminta istri dan anak-anak saya untuk tidak bekerja ini lagi. Karena banyak masalah dan bisa masuk penjara," ungkap Marigan di hadapan majelis hakim diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo.

‎Marigan Situmorang mengungkapkan rasa kesedihannya harus terpisah dengan istri dan anaknya. Namun, setiap sidang istri dan anaknya selalu hadir untuk mendampinginya dari bangku pengunjung.

"Sudah 10 tahun saya bekerja seperti ini pak majelis hakim. Istri saya sendiri sudah berulang kali meminta saya tidak bekerja seperti ini," ucap Marigan dengan sedih.

Marigan juga mengakui setiap proyek di Dinas PUPR Batubara selalu ada ucapan terima kasih diberikan kepada OK Arya Zulkarnain‎. Pemberian imbalan itu untuk mendapatkan proyek dari Dinas PUPR Batubara.

"Tidak ada dijanjikan 10 persen (fee proyek), cuma sebagai ucapan terima kasih (‎kepada mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain)," tutur Marigan.

Sesuai dengan dakwan, ‎OK Arya Zulkarnain menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari dua terdakwa. Dengan perincian Maringan Situmorang memberikan suap sebesar Rp3,7 miliar dan Syaiful Azhar‎ sebesar Rp400 juta.

Sementara Syaiful Azhar mengatakan pemberian uang sebesar Rp400 juta untuk pengerjaan satu proyek. Uang tersebut diberikan untuk sebagai ucapan terima kasih kepada Bupati OK Arya Zulkarnain saat itu.

"Uang itu sebagai komitmen fee, untuk memperoleh pekerjaan.‎ Saya berikan pada 22 Agustus 2017 lalu," ungkap Syaiful.

Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP. (art/drc)

Editor: admin

T#g:korupsi apbdmaringan situmorangok arya zulkarnainsuap proyek batubarasyaiful azhartipikor medan
Berita Terkait
  • Minggu, 20 Mei 2018 08:41

    77 Gedung SD di Kota Medan Diduga Jadi Ajang Korupsi

    Sebanyak 77 gedung Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan, diduga jadi ajang korupsi oknum Dinas Pendidikan dan petinggi Pemko Medan, dengan total anggarannya sebanyak Rp 15,027 miliar.

  • Minggu, 20 Mei 2018 06:25

    Para Mantan Petinggi Pemkab Sergai Diperiksa Jaksa

    Para mantan petinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), Senin 21 Mei 2018, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

  • Sabtu, 19 Mei 2018 00:34

    Polda Sumut Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka

    Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 april 2018. Joshua melaporkan Sukran dan Amirsyah Tanjung yang merupakan saudara kandung.

  • Kamis, 17 Mei 2018 01:19

    KPK Harus Jelaskan Soal Kooperatif Saksi dan Tersangka Suap Gatot

    Rosisyanto menduga banyak anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, yang mengklaim dirinya sudah lunas mengembalikan uang suap, namun sejatinya mereka belum lunas mengembalikannya.

  • Minggu, 22 Apr 2018 13:27

    KPK Diminta Ambilalih Kasus Fee BDB Sumut dari Kejagung

    Kasus fee Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut, yang kini bernama Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), merupakan penyebab terjadinya suap LPJP APBD 2013 yang dilakukan di tahun 2014.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir