• Home
  • Hukum
  • Konferensi Pers: 7 Pelaku Penganiayaan Keluarga Mantan Polisi Ditangkap

Konferensi Pers: 7 Pelaku Penganiayaan Keluarga Mantan Polisi Ditangkap

Senin, 17 Jun 2019 18:02
Dibaca: 66 kali
drberita/istimewa
7 pelaku penganiaya mantan polisi.
DINAMIKARAKYAT - Polda Sumut akhirnya menangkap penganiayaan satu keluarga Marga Sembiring yang merupakan mantan anggota polisi, Senin 17 Juni 2019. Pelaku yang diamankan sebanyak 7 orang dari lokasi berbeda.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, tim gabungan dari Ditkrimum Polda Sumut dan Polres Dairi berhasil mengungkap kasus percobaan pembunuhan yang mengakibatkan seorang pensiunan Polri bernama Bangkit Sembiring dan 4 orang keluarganya kritis.

Polisi telah meringkus seluruh pelaku yang terlibat termasuk otak pelaku percobaan pembunuhan yang terjadi pada akhir Mei 2019 di Kabupaten Dairi.

Dalam kasus ini, polisi telah meringkus 7 orang pelaku. Ketujuh pelaku yang ditangkap mulai dari otak pelaku hingga eksekutor. Ke tujuh pelaku yaitu, ST (66) Warga Jalan SM Maraja, Tiga Lingga, Dairi yang merupakan otak pelaku.

Kemudian, W alias Oka (46) warga Medan yang berperan sebagai perencana pembunuhan dan perekrut eksekutor. "Mereka dilumpuhkan karena berusaha melawan saat penangkapan," ucap Agus.

Kemudian BH (46) warga Aceh Tamiang, JG alias Yudi (40) warga Langkat, BS (21) warga Langkat dan BS(26) warga Labura yang masing-masing bertindak sebagai eksekutor dan diupah bervariasi mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp 6juta. Serta MT (61) warga Dairi yang bertugas mensurvei rumah korban dan menyediakan sepeda motor dan uang sebesar Rp10 juta untuk operasional para eksekutor.

"Adapun motifnya adalah dendam yang dilatar belakangi karena sengketa masalah pertanahan. Dimana korban menguasai lahan yang 1,5 hektarnya, terjadi silang sengketa dari ipar pelaku yang sekarang telah ditangkap," terang Agus.

Kata Agus, pelaku berinisial ST memang sudah lama mengancam korban akibat permasalahan tersebut. Bahkan pelaku sempat mengancam korban dengan mengatakan akan menunggu korban pensiun.

"Para pelaku diringkus dari sejumlah lokasi berbeda, Sabtu 15 Juni 2019. Lokasi penangkapan ada yang di Aceh Tamiang, Langkat serta Medan," jelasnya.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Jumat 31 Mei 2019, pagi sekitar pukul 04.30 Wib. Kejadian berawal ketika lima orang tak dikenal dengan menggunakan topeng masuk ke rumah korban di Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Tanpa basa-basi, para pelaku langsung menganiaya BS, istri dan anaknya. Setelah menganiaya para korban, para pelaku bertopeng langsung melarikan diri. (ril/drc)

Editor: admin

T#g:irjen agusmantan polisipolda sumut
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jul 2019 22:09

    PPGMTH Minta Kapolda Sumut Usut Korupsi Jalan di Padang Lawas Utara

    Mereka sangat mengharapkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ringan tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi Kadis Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi Ramlan Nasution.

  • Jumat, 12 Jul 2019 21:13

    Jumat Barokah, Kapolda Sumut Bagi-bagi Nasi Kotak

    Giat jumat barokah berbagi nasi kotak tersebut dilaksanakan oleh di wilayah hukum Polsek Medan Timur, dipimpin oleh Kapolsek diwakili Kanit Lantas Iptu M. Suleman, Panit 2 Lantas Aiptu J. Barus dan personil unit lantas.

  • Jumat, 12 Jul 2019 00:24

    Polisi Tahan Tersangka Korupsi Dinas Pemuda Olahraga Sumut

    Sujamrat ditahan setelah menjalani pemerikaaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provisi Sumatera Utara pada 2017.

  • Selasa, 09 Jul 2019 19:30

    Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang MoU BP5 dengan Polda Sumut

    Sebelum penandatanganan MoU dilakukan, terlebih dulu ditampilan slide show yang menerangkan bahwa MoU ini untuk menjamin keamanan dan ketertiban sehingga pelaksanaan program prioritas pembangunan dapat terwujud seperti yang diharapkan.

  • Selasa, 09 Jul 2019 00:05

    Korupsi DBH PBB Labura dan Labusel, LSM PIB Minta Polda Sumut Tetapkan Tersangka

    Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Ronny Samtana mengatakan kedua bupati itu masih berstatus saksi. Namun tidak menutup kemungkinan dapat ditetapkan menjadi tersangka.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir