Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Ketua Dewan Pers Minta Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyok Wartawan di Meulaboh

Ketua Dewan Pers Minta Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyok Wartawan di Meulaboh

Selasa, 21 Jan 2020 18:45
Dibaca: 864 kali
drberita/istimewa
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh
Bobby Nasution Center
DRberita | Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh meminta polisi bertindak tegas terhadap pelaku pengeroyokan wartawan LKBN Antara di Meulaboh, Aceh Barat, yakni Teuku Dedi Iskandar, hingga dirawat di rumah sakit setempat, terlepas dari siapapun pelakunya.

"Saya minta polisi mengusut dan menindak pelakunya secara hukum, tanpa peduli si A atau si B, karena Indonesia sudah memilih sistem demokrasi dan kritik sosial itu menjadi bagian dari demokrasi juga," katanya kepada Antara melalui telepon dari Denpasar, Selasa 21 Januari 2020.

Wartawan Perum LKBN Antara di Aceh Barat Teuku Dedi Iskandar mengalami peristiwa pengeroyokan oleh sekelompok orang, saat berada di salah satu warung kopi di Kota Meulaboh, Aceh Barat, Senin 20 Januari 2020 sekitar pukul 12.00 WIB.

Pengeroyokan yang membuat korban dirawat di rumah sakit tersebut diduga terkait dengan pemberitaan. Teuku Dedi Iskandar adalah wartawan Perum LKBN Antara, dan juga Ketua PWI Aceh Barat.

Menurut Nuh, hukum yang harus ditegakkan aparat kepolisian adalah UU Nomor 40/1999 tentang Pers, karena UU Pers itu bukan hanya amanat dari UU, namun juga amanat kemanusiaan, karena itu penegak hukum dan kemanusiaan harus menegakkan UU Pers itu.

Nuh mengatakan, dalam UU Pers, wartawan dalam tugas jurnalistik itu punya kekebalan khusus dan mendapat perlindungan. Kekhususan wartawan itu terkait perannya yang memang spesifik dalam menjamin jalannya demokrasi dengan adanya keseimbangan atau check and balance. 

"Untuk itu, Dewan Pers dan asosiasi serta lembaga yang berkaitan dengan media sangat menyesalkan peristiwa kekerasan terhadap wartawan itu. Dewan Pers mengutuk dan meminta polisi untuk menegakkan hukum dengan memakai UU Pers," kata mantan Mendikbud itu.

Dalam sistem demokrasi, kata mantan Rektor ITS Surabaya itu, informasi dan kritik sosial yang disampaikan secara santun itu merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi itu, karena tanpa kritik sosial, maka sistem yang ada bukan demokrasi lagi, melainkan otoriter.

"Jadi, kritik sosial itu penting dalam sistem demokrasi untuk menjamin keseimbangan informasi, karena wartawan yang menyampaikan informasi untuk publik harus mendapat perlindungan secara hukum dan hal itu ada dalam UU Pers," katanya. (art/drc)

Editor: Gambrenk

T#g:dewan perslkbn antaramohammad nuhwartawan antara
Berita Terkait
  • Sabtu, 29 Feb 2020 08:40

    SMSI Dapat Rekor MURI

    Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi berhimpunnya perusahaan media siber, dianugrahi penghargaan oleh Museum Dunia Rekor Indonesia (MURI).

  • Senin, 24 Feb 2020 17:25

    Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pengeroyok Wartawan Antara di Meulaboh Aceh

    Dua terduga pengeroyokan wartawan Lembaga Kantor Berita Antara (LKBN) Antara di Aceh Barat, Dedi Iskandar, ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya Akrim dan Erizal kini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Aceh Barat.

  • Kamis, 20 Feb 2020 10:06

    Media Cyber Semakin tak Terbendung

    Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke cyber space tak terbendung lagi. Bahkan civil society khususnya media, dituntut pintar dan cermat dalam mengekspoiltasi wilayah baru tersebut.

  • Sabtu, 08 Feb 2020 11:39

    Jokowi di HPN 2020: Insan Pers jadi Teman Sehari-hari

    Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberadaan insan pers menjadi teman sehari-hari Jokowi dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan.

  • Minggu, 26 Jan 2020 00:35

    Indonesia Bebaskan Wartawan Mongabay asal AS

    Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Polhukam telah membebaskan jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat (AS) Philips Jacobsen setelah sempat ditahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir