Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Kasus Bupati Asahan, Keluarga Korban: Aparat penegak hukum bertindak semena-mena

Kasus Bupati Asahan, Keluarga Korban: Aparat penegak hukum bertindak semena-mena

Kamis, 22 Mar 2018 01:00
Dibaca: 1.594 kali
drberita
Afifuddin Gurning.
DINAMIKARAKYAT - Untuk yang kesekian kalinya, dua laporan polisi  H. Ishak M Gurning dengan terlapor Taufan Gama Simatupang (Bupati Asahan), kembali dihentikan Penyidik Polda Sumut.

Laporan pertama, dengan LP Nomor. 243/III/2016/Bareskrim, terkait penggelapan barang tidak bergerak dan menempatkan keterangan palsu dalam LHKPN Bupati Asahan, setelah 2 tahun dilaporkan, akhirnya dihentikan Penyidik dengan alasan tidak cukup bukti.

Anak Pelapor (Afif Gurning) dalam rilis beritanya mengatakan, Penyidik beralasan tidak cukup bukti, karena mereka memang sengaja tidak mencari alat buktinya.

Pelapor sudah berkali-kali meminta ke Penyidik, agar Penyidik menyelidiki alas hak tanah yang digunakan terlapor (Taufan Gama Simatupang) dalam menerbitkan SHM tanah di BPN Asahan.

"Bagaimana bisa Taufan Gama Simatupang menyatakan dalam LHKPN Bupati Asahan, bahwa lahan seluas 1.345 m2 di Jalan Mahoni No. 12A Kisaran adalah miliknya yang diperolehnya dari warisan dan hibah, sementara lahan itu adalah termasuk bagian dari 6,62 hektar lahan asset milik Pemerintah Kabupaten Asahan yang diberikan hak pakai kepada Yayasan PMDU Asahan," kata Afif, Rabu 21 Maret 2018.

Sementara lahan 6,62 hektar yang diberikan hak pakai ke Yayasan PMDU itu tidak pernah dihibahkan, diwariskan atau dijual kepada Taufan Gama Simatupang.

"Jadi sudah pasti ada alas hak tanah yang dipalsukan dalam warkah tanah SHM Taufan Gama Simatupang, tetapi sialnya Penyidik tidak berniat untuk mencari buktinya," kata Afif.

Kemudian yang kedua, laporan polisi dengan LP. Nomor. 1640/XII/2016/SPKT II. Penyidik Subdit II Harda BANGTAH Polda Sumut juga menghentikan kasus ini dengan alasan bukan merupakan tindak pidana.

Kasus yang terlapornya Taufan Gama Simatupang dkk (5 orang) ini, dilaporkan H. Ishak M Gurning yang merupakan salah satu Pendiri Yayasan PMDU, atas perbuatan para terlapor yang menempatkan keterangan palsu dalam akta Yayasan PMDU Nomor 7 Tahun 2015.

Diketahui pada tanggal 28 April 2015, para terlapor datang menghadap Notaris David Yamin Dharma Putera, SH di Medan dan menyatakan bahwa akta Yayasan PMDU Asahan belum pernah didaftarkan di Pengadilan Negeri manapun dan selama ini belum ada izin operasional sekolah.

Kemudian pernyataan tersebut dituangkan dalam akta Yayasan PMDU No. 7 Tahun 2015.

"Sementara kita memiliki bukti bahwa akta Pendirian Yayasan PMDU No. 10 Tahun 1977 sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Medan dan sejak tahun 1978 sudah ada izin operasional untuk Madrasah," terang Afif.

Demikian juga untuk SD, SMP, SMA IT Daar al Uluum dan Institut Agama Islam Daar al Uluum, sejak berdiri semuanya sudah memiliki izin operasional dan bahkan sudah terakreditasi.

Menurut Afif, jelas ada mens rea (niat jahat) para terlapor menempatkan keterangan palsu di dalam akta autentik tersebut, yaitu agar Yayasan PMDU Asahan dianggap belum berbadan hukum atau hanya sebagai perkumpulan biasa, sehingga para terlapor bisa membentuk Yayasan yang baru.

Sedangkan menurut aturan yang ada, apabila Yayasan sudah berbadan hukum, maka hanya Pendiri Yayasan yang berhak menghadap Notaris untuk menyesuaikan anggaran dasar Yayasan.

Jadi masyarakat bisa menilai sendiri, ada apa gerangan sehingga Penyidik menyimpulkan bahwa perbuatan para terlapor menempatkan keterangan palsu dalam akta Yayasan PMDU bukanlah merupakan tindak pidana, ujar Afif Gurning.

Ketika ditanya, kenapa tidak dilaporkan ke Propam saja, Afif menjawab, hal itu bakal sia-sia saja.

"Adik kandung dari Kabid Propam Polda Sumut Kombes Syamsudin Lubis, menjabat sebagai salah satu Kepala Dinas di Pemkab Asahan. Jadi bisa muncul konflik kepentingan di situ," sebutnya.

Apalagi laporan kita, kata Afif, sebelumnya ke Propam Mabes Polri dihentikan Syamsudin Lubis begitu saja, tanpa ada gelar perkara dan tanpa penjelasan apapun.

Kemudian, ketika ditanyakan apakah pihak Pelapor akan melakukan pra peradilan, Afif mengatakan Penyidik jangan seenak hatinya menghentikan kasus (SP-3) dan kemudian mengatakan silahkan pra peradilan saja.

Kalau Penyidik bekerja dengan baik dan benar, harusnya kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan dan tidak perlu menguras biaya, waktu dan tenaga Pelapor untuk melakukan Pra Peradilan.

"Apa yang dilakukan Penyidik artinya sama saja dengan perbuatan semena-mena aparat penegak hukum kepada masyarakat," ucap Afif Gurning. (art/drc)

Editor: admin

T#g:afifuddin gurningbupati asahanpolda sumuttaufan gama simatupangyayasan pmdu asahan
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Sep 2019 02:16

    Bobby: Fery "Tak Mungkin" ditahan, Dia anak Sarmadan Hasibuan

    Kader PMII ini mengharapkan Polda Sumut tidak hanya sebatas menggunakan hukum teringan atas seseorang yang terjerat narkoba. Apalagi seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh.

  • Minggu, 01 Sep 2019 21:45

    JMM Apresiasi Kapolda Agus: Dugaan Korupsi UIN Sumut Jadi Penentu

    JMM menilai selama ini Agus berhasil sebagai pengayom dan sahabat bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara, serta berhasil dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sumut.

  • Sabtu, 31 Agu 2019 12:14

    Tak Percaya, Alumni Minta Polda Buktikan Dugaan Korupsi UIN Sumut

    Dugaan korupsi di UIN Sumut menjadi perhatian alumni. Mereka tidak percaya sudah terjadi perbuatan 'haram' dibekas kampus tempat mereka menimba ilmu. Polda pun diminta untuk membuktikan tindak pidana korupsi itu.

  • Kamis, 29 Agu 2019 10:47

    Info Diperiksa Polda, Humas UIN Sumut Ngaku Belum Tahu

    Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Yuni mengaku belum mendapatkan informasi soal pemeriksaan Tipikor Polda, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan gedung dan pengadaan cleaning service.

  • Rabu, 21 Agu 2019 23:26

    Masyarakat Penggarap Telaga Dingin Bawa Bukti Tanaman ke Polda Sumut

    Merasa kesal, massa pengunjukrasa kemudian membuang bukti batang pohon yang dibawa di depan Kantor SPKT Polda Sumut. Massa lalu membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir