• Home
  • Hukum
  • Jaksa Iwan Ginting Tersandung Kasus Dugaan Suap Pembunuhan Rp30 Juta

Jaksa Iwan Ginting Tersandung Kasus Dugaan Suap Pembunuhan Rp30 Juta

Rabu, 07 Feb 2018 23:36
Dibaca: 5.766 kali
drberita/istimewa
Iwan Ginting
Perindo
DINAMIKARAKYAT - Penyidik kepolisian dari Polda Sumut dikabarkan memeriksa oknum jaksa bernama Iwan Ginting yang menjawab Kepala Seksi Penyidikan Kejatisu ‎untuk klarifikasi kasus pembunuhan di tahun 2010.

Pada April 2010 silam, Iwan Ginting sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan dengan korban ‎Valasindo Junan alias Ajun (40). Dalam persidangan kasus pembunuhan tersebut, keluarga korban diduga memberikan uang puluhan juta, agar terdakwa Richard Leo alias Acong dijatuhkan hukuman seberat-beratnya.

‎Pemeriksaan terhadap jaksa (Iwan) berbadan tambun itu batal karena‎ tidak diizinkan oleh Asisten Pidana Khusus Kejatisu Agus Salim dengan alasan penyidik tidak membawa surat pemeriksaan dari Polda Sumut.

Menyikapi kabar tersebut, Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejatisu Sumanggar Siagian mengaku belum mendapatkan informasi.

"Kalau itu saya belum tahu. Besok (Kamis) saya tanya langsung ke Aspidsus," kata Sumanggar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 7 Februari 2018.

Menurut Sumanggar, kasus tersebut merupakan personal dan masalah pribadi dari Iwan Ginting. Ia enggan berkomentar dan menanggapi permasalahan itu. "Itu soal pribadi, bukan kompetensi saya untuk jawab ini," ujar Sumanggar.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Kejatisu Iwan Ginting saat dikonfirmasi wartawan soal pemeriksaan itu sempat berbicara gugup ketika memberikan keterangan. "Orangnya juga diperiksa, katanya tidak ada," ucap Iwan Ginting.

Diketahui, dalam video sidang kasus pembunuhan terungkap adanya dugaan dan tudingan Iwan Ginting menerima uang dari keluarga korban sebesar Rp30 juta‎. Kemudian, vidoe tersebut beredar di dunia maya hingga viral.

Iwan Ginting mengakui ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan dirinya dari jabatannya saat ini.

"Makanya aku gak tahu ada kepentingan apa, kalau menurut aku sudah selesai itu. Kalau soal itu, aku tidak bisa mengomentar, karena sudah soal dinas itu. Minta keterangan dari Kasi Penkum aja lah," jelas jaksa badan tambun itu.

Pada April 2010 lalu, Kejari Medan sempat geger. Pasalnya salah seorang keluarga korban kasus pembunuhan mengaku dalam sebuah persidangan telah memberikan sejumlah uang kepada JPU dan beberapa oknum Polrestabes Medan yang menjadi penyidik agar terdakwa diberikan hukuman yang berat.

Istri korban pembunuhan pengusaha valas PT Surya Valasindo Junan (40) alias Ajun yang bernama Sun Mei (30) saat itu mengamuk di ruang sidang Pengadilan Negeri Medan pada 15 April 2010 lalu.

Karena Sun Mei tidak terima dengan putusan majelis hakim yang dipimpin oleh Indra Waldi yang hanya memvonis terdakwa kasus pembunuhan Richard Leo alias Acong selama 15 tahun penjara, lebih rendah dua tahun dari tuntutan JPU Iwan Ginting.

Sun Mei langsung mengejar jaksa dengan naik ke meja, dan membanting kursi serta plat namanya. JPU Iwan Ginting pun terpaksa melarikan diri dari ruang sidang. Sementara terdakwa langsung diamankan petugas kemanan gedung untuk menghindari serangan keluarga korban.

Sun Mei terus berteriak histeris hingga ke luar ruang sidang. Dia merasa sudah ditipu JPU Iwan Ginting dan penyidik kepolisian. Sun Mei mengaku telah membayar jaksa sebanyak Rp30 juta, agar terdakwa dituntut hukuman mati atau penjara seumur hidup. (art/drc)

Editor: admin

T#g:iwan gintingkasus pembunuhankejati sumutsuap
Berita Terkait
  • Senin, 16 Apr 2018 01:46

    Mantan Bupati Tapteng Dipanggil Kejati Sumut

    DINAMIKARAKYAT - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung dipanggil penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaa korupsi dana hibah kepada

  • Senin, 16 Apr 2018 00:26

    Pemuda Lira Minta Kejati Sumut Usut APBD Deliserdang Tahun 2017

    Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Deliserdang Edi Anto meminta pihak Kejati Sumut mengusut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang diduga digunakan untuk dana sosialisasai calon incumben di Pilkda Deliserdang 2018.

  • Senin, 09 Apr 2018 21:28

    KPK, Kapan Pemberi Suap Gatot Jadi Tersangka

    Ketua Presedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan tak seimbang dalam menuntaskan kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

  • Kamis, 05 Apr 2018 23:06

    KPK Lantik Deputi Penindakan dan Direktur Penuntutan

    Dua pejabat baru yang mengisi posisi Deputi Bidang Penindakan dan Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal dilantik, Jumat 6 April 2018.

  • Senin, 19 Mar 2018 18:28

    PIB Desak KPK Tetapkan Tersangka Suap Jabatan Direksi PDAM Tirtanadi

    Ketua Presedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan tersangka kasus dugaan suap jabatan Direksi PDAM Tirtanadi Sumut.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir