Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Jaksa Iwan Ginting Tersandung Kasus Dugaan Suap Pembunuhan Rp30 Juta

Jaksa Iwan Ginting Tersandung Kasus Dugaan Suap Pembunuhan Rp30 Juta

Rabu, 07 Feb 2018 23:36
Dibaca: 5.130 kali
drberita/istimewa
Iwan Ginting
DINAMIKARAKYAT - Penyidik kepolisian dari Polda Sumut dikabarkan memeriksa oknum jaksa bernama Iwan Ginting yang menjawab Kepala Seksi Penyidikan Kejatisu ‎untuk klarifikasi kasus pembunuhan di tahun 2010.

Pada April 2010 silam, Iwan Ginting sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan dengan korban ‎Valasindo Junan alias Ajun (40). Dalam persidangan kasus pembunuhan tersebut, keluarga korban diduga memberikan uang puluhan juta, agar terdakwa Richard Leo alias Acong dijatuhkan hukuman seberat-beratnya.

‎Pemeriksaan terhadap jaksa (Iwan) berbadan tambun itu batal karena‎ tidak diizinkan oleh Asisten Pidana Khusus Kejatisu Agus Salim dengan alasan penyidik tidak membawa surat pemeriksaan dari Polda Sumut.

Menyikapi kabar tersebut, Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejatisu Sumanggar Siagian mengaku belum mendapatkan informasi.

"Kalau itu saya belum tahu. Besok (Kamis) saya tanya langsung ke Aspidsus," kata Sumanggar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 7 Februari 2018.

Menurut Sumanggar, kasus tersebut merupakan personal dan masalah pribadi dari Iwan Ginting. Ia enggan berkomentar dan menanggapi permasalahan itu. "Itu soal pribadi, bukan kompetensi saya untuk jawab ini," ujar Sumanggar.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Kejatisu Iwan Ginting saat dikonfirmasi wartawan soal pemeriksaan itu sempat berbicara gugup ketika memberikan keterangan. "Orangnya juga diperiksa, katanya tidak ada," ucap Iwan Ginting.

Diketahui, dalam video sidang kasus pembunuhan terungkap adanya dugaan dan tudingan Iwan Ginting menerima uang dari keluarga korban sebesar Rp30 juta‎. Kemudian, vidoe tersebut beredar di dunia maya hingga viral.

Iwan Ginting mengakui ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan dirinya dari jabatannya saat ini.

"Makanya aku gak tahu ada kepentingan apa, kalau menurut aku sudah selesai itu. Kalau soal itu, aku tidak bisa mengomentar, karena sudah soal dinas itu. Minta keterangan dari Kasi Penkum aja lah," jelas jaksa badan tambun itu.

Pada April 2010 lalu, Kejari Medan sempat geger. Pasalnya salah seorang keluarga korban kasus pembunuhan mengaku dalam sebuah persidangan telah memberikan sejumlah uang kepada JPU dan beberapa oknum Polrestabes Medan yang menjadi penyidik agar terdakwa diberikan hukuman yang berat.

Istri korban pembunuhan pengusaha valas PT Surya Valasindo Junan (40) alias Ajun yang bernama Sun Mei (30) saat itu mengamuk di ruang sidang Pengadilan Negeri Medan pada 15 April 2010 lalu.

Karena Sun Mei tidak terima dengan putusan majelis hakim yang dipimpin oleh Indra Waldi yang hanya memvonis terdakwa kasus pembunuhan Richard Leo alias Acong selama 15 tahun penjara, lebih rendah dua tahun dari tuntutan JPU Iwan Ginting.

Sun Mei langsung mengejar jaksa dengan naik ke meja, dan membanting kursi serta plat namanya. JPU Iwan Ginting pun terpaksa melarikan diri dari ruang sidang. Sementara terdakwa langsung diamankan petugas kemanan gedung untuk menghindari serangan keluarga korban.

Sun Mei terus berteriak histeris hingga ke luar ruang sidang. Dia merasa sudah ditipu JPU Iwan Ginting dan penyidik kepolisian. Sun Mei mengaku telah membayar jaksa sebanyak Rp30 juta, agar terdakwa dituntut hukuman mati atau penjara seumur hidup. (art/drc)

Editor: admin

T#g:iwan gintingkasus pembunuhankejati sumutsuap
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:12

    Kejati Sumut Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Seperti tidak ditahannya tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur pemerintah desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut tahun 2015 inisial ES.

  • Senin, 19 Feb 2018 18:53

    KPK Jangan Hanya Periksa DPRD dan PNS Pemprov Sumut

    Ketua Peresedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak pilih kasih memeriksa kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

  • Kamis, 15 Feb 2018 00:59

    Kejati Sumut dan Tim Ahli Jadwalkan Pemeriksaan Lapangan Proyek Taman Raja Batu

    Kejati Sumut sudah berkoordinasi dengan saksi ahli untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung ke objek korupsi Taman Raja Batu, di kawasan Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:08

    Kasus Suap OK Arya: Pengusaha Showroom Minta Fee 2,5 Persen

    Pemilik showroom 'Ada Jadi Mobil' Sujendi Tarsono alias Ayen ternyata juga meminta fee 2,5 persen dari para kontraktor proyek pembangunan infrastruktur APBD Kabupaten Batubara.

  • Senin, 12 Feb 2018 00:14

    Kejati Sumut Tunggu Itikad Baik Walikota Sibolga

    Kejati Sumut sepertinya tak mampu memeriksa Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk apalagi menjadikannya tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rigit jalan beton di Dinas Pekerjaan Umum tahun 2015 senilai Rp65 miliar.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir