• Home
  • Hukum
  • Intelijen dan Polri Perlu Tinjau Ulang Strategi Jaringan Teroris

Intelijen dan Polri Perlu Tinjau Ulang Strategi Jaringan Teroris

Senin, 14 Mei 2018 00:43
Dibaca: 136 kali
drberita/istimewa
Densus 88 anti teror.
DINAMIKARAKYAT - Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundangan MUI Ikhsan Abdullah mengatakan, cara untuk menghentikan aksi teror adalah dengan meluruskan paham-paham para teroris.

Hal ini dikatannya menanggapi teror bom di beberapa gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018.

"Hanya satu cara melakukan deradikalisasi yakni dengan meluruskan benih-benih paham yang saat ini sudah tersemai dan melekat di hati mereka melalui pendekatan budaya, pemahaman ajaran agama yang benar," ujar Ikhsan melalui keterangan dikutip republika.co.id, Minggu 13 Mei 2018.

Selain itu kata Ikhsan, memberikan mereka pekerjaan dan penegakan hukum yang equal dengan prinsip equality before the law juga mampu untuk mencegah aksi-aksi tersebut kembali muncul.

Semoga saja upaya deradikalisasi tersebut dapat segera dilakukan. Sehingga, kata Ikhsan, penanggulangan terorisme tidak lagi mengedepankan tindakan yang represif.

"Contoh terbaik adalah bagaimana Polri melakukan dialog dengan tahanan teroris yang menguasai Mako Brimob," ujar Ikhsan.

Strategi tersebut, menurutnya dapat dijalankan sebagai konsep menanggulangi terorisme ke depan. Karena berdasarkan penilaiannya upaya Densus 88 yang selalu menembak mati terduga teroris dalam berbagai operasi penangkapan, justru membuat Polri sulit untuk mengungkap jaringanya.

"Jadi intelijen dan Polri masih sangat sulit mendetek jaringan teroris, maka perlu ditinjau ulang strategi yang selama ini dijalankan," ungkapnya.

Seperti diketahui, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya. Tiga gereja yang dimaksud adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna, dan Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel. (rep/drc)

Editor: admin

T#g:bom gerejabom surabayajaringan teroris indonesiamajelis ulama indonesiaMUIpolri
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Jun 2018 03:58

    USU Ajukan Permohonan Penangguhan Dosen ke Kapolda Sumut

    Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) ‎mengajukan permohonan untuk penangguhan tahanan terhadap terduga ujaran kebencian, Himma Dewiyana Lubis alias Himma kepada Kapolda Sumut ‎Irjen Pol Paulus Waterpauw.

  • Kamis, 24 Mei 2018 22:41

    Tim Kuasa Hukum Dosen USU: HDL tidak ada menulis soal bom di Surabaya

    Terkait proses hukum, Chairul menjelaskan dalam menetapkan status tersangka HDL, pihak kepolisian hanya memeriksa dua saksi yakni anak HDL dan polisi yang melaporkan kasus itu.

  • Rabu, 16 Mei 2018 02:14

    Steven Herliv: Penanggulangan aliran dana terorisme harus lebih diperketat

    Untuk memutus aktivitas terorisme, pemerintah diminta lebih dalam menelusuri aliran dana kelompok terorisme. Dengan memutus aliran uang, sel-sel teroris akan kesulitan dalam menjalankan rencananya.

  • Selasa, 01 Mei 2018 23:56

    Pisah Sambut Kapolres Madina Diiringi Gordang Sambilan

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengulosi masing-masing perwira polisi yang melaksanakan sertijab dari AKBP Martri Sonny kepada AKBP Irsan Sinuhaji dalam acara pisah sambut kapolres.

  • Kamis, 05 Apr 2018 23:18

    Medan Tembung Geger, Wakapolres Lombok Tengah Tembak Mati Adik Ipar Depan Istri

    Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal menembak mati adik iparnya berinisial K alias I (34) di depan istri dan ibunya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir