Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Gugatan Class Action PDAM Tirtanadi Belum Ada Kata Sepakat

Gugatan Class Action PDAM Tirtanadi Belum Ada Kata Sepakat

Selasa, 09 Jan 2018 23:39
Dibaca: 141 kali
drberita
Kantor PDAM Tirtanadi Sumut.
DINAMIKARAKYAT - Gugatan class action terhadap PDAM Tirtanadi Sumut sampai saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Medan. Belum ada kata kesepakatan antara tergugat dan penggugat.

Sekretaris Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Medan Ibrahim Nainggolan menjelaskan gugatan class action ini masih tahap mediasi antara kuasa hukum kedua belah pihak dan mediator dari Pengadilan Negeri Medan.

Namun tahapan pertama mediasi akan berlanjut dengan agenda mediasi berikutnya, dengan  menghadirkan para prinsipal dalam gugatan.

"Belum ada kesepakatan berhasil atau gagal, untuk tahap pertama masing-masing kuasa hukum yang baru bertemu. Mediasi ini juga nanti harus hadir juga pihaknya langsung," ungkap Ibrahim Nainggolan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa 9 Januari 2018.

Ibrahim mengatakan perwakilan masyarakat pelanggan yang merasa dirugikan atas pelayanan buruk PDAM Tirtanadi, akan ikut hadir bersama Direktur Utama PDAM Tirtanadi serta Gubernur Sumut, dalam mediasi berikutnya.

"Kita ada tiga orang mewakili masyarakat pelanggan yang merasa dirugikan. Mereka ini siap untuk dihadirkan. Kalau dari tergugat, yang hadir itu Dirut dan Gubsu," katanya.

Soal kebiasan pejabat pemerintah enggan hadir dalam persidangan meskipun berulang kali pemanggilan. Ibrahim menampiknya. Menurutnya mediasi sudah menjadi kewajiban.

"Seharusnya memang wajib hadirlah, karena peraturannya kan memang sudah ada. Bukan karena keinginan kami, memang seperti itu mekanismenya. Kita kuasa hukumnya hanya mendampingi saja," seru Ibrahim.

Hingga saat ini tim advokasi Peradi Medan masih menunggu pemanggilan selanjutnya dari Pengadilan Negeri Medan. Ibrahim tidak mau berkomentar lebih jauh soal harapan peluang menang dalam gugatan class action itu.

"Belum ada kata final kita tunggu dululah. Ini gugatan publik, kita tidak boleh terlalu jauh berandai-andai. Kita hanya bisa berkomentar sesuai faktanya. Kalau nanti pihak tergugat datang, berarti mereka taat pada perundang-undangan (mediasi)," tandasnya.

Ibrahim tidak menyangkal dalam proses mediasi ada kata kesepakatan yang akan tertuang dalam akta perdamaian.

"Cuma walaupun nanti tercapaai kata sepakat, kita harus tahu dulu apa saja yang disepakati, apakah kesepakatan terkait bentuknya, nilainya dan tata caranya atau yang lain. Karena kalau sudah ada kata kesepakatan biasanya dituangkan dalam akta perdamaian penetapan pengadilan yang kekuatannya sama dengan putusan pengadilan," ungkapnya.

Ibrahim berharap proses gugatan class action dapat disegerakan dilaksanakan, mengingat akan bisanya hilang substansial perkara bila dibiarkan berlama-lama. (art/drc)

Editor: admin

T#g:PDAM Tirtanadipengadilan medanperadi medantarif air
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Jan 2018 23:54

    Ditangkap di Jet Pline, Penembak Mobil CRV Divonis 5 Tahun Penjara

    Dalam dakwaan JPU, terdakwa Heriawan ditangkap oleh petugas Polrestabes Medan pada Selasa 1 Agustus 2017 Pukul 03.00 WIB di tempat hiburan malam, Jet Plane, di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Medan Baru.

  • Kamis, 18 Jan 2018 14:10

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung: Kejatisu Salahkan BPKP

    Sepertinya Kejati Sumut menyalahi BPKP yang terlalu lama memberikan laporan hasil audit kerugian negara yang terjadi pada pembangunan IPA Martubung PDAM Tirtanadi.

  • Kamis, 18 Jan 2018 13:52

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung Sudah Gelar Perkara, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dalam kasus ini Kejari Cabang Belawan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

  • Kamis, 18 Jan 2018 12:41

    Andi Lala Banding Vonis Matinya

    Vonis mati Andi Lala atas dua kasus pembunuhan sadis yang dilakukan‎, yaitu pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dan Lubuk Pakam, Deliserdang.

  • Kamis, 18 Jan 2018 12:27

    Ando Akui Sekali Transaksi Seks Online Dapat Untung Rp300 Ribu

    Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Ando menjelaskan untuk sekali ‎transaksi seks mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir