Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Dua Penyuap OK Arya Ajukan Diri Jadi JC

Dua Penyuap OK Arya Ajukan Diri Jadi JC

Jumat, 26 Jan 2018 23:31
Dibaca: 476 kali
drberita/istimewa
Syaiful Azhar
DINAMIKARAKYAT - Penuntut Umum KPK menuntut kedua terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dengan hukuman masing-masing 3 tahun penjara, serta denda Rp100 juta subsidair 6 bulan.

Penuntut KPK Ikhsan Fernandi mengatakan keduanya terbukti telah menyuap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dalam proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tahun 2017.

"Terdakwa Maringan Situmorang dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a, dan Syaiful Azhar Pasal 5 ayat (1) huruf b, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Ikhsan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 25 Januari 2018.

Ikhsan menjelaskan kedua terdakwa mengajukan Justice Collaborator (JC) dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan OK Arya Zulkarnaen.

"Keduanya mengajukan JC. Tapi hanya berkas pengajuan dari Syaiful yang sudah terima. Kalau Maringan belum," ungkap Ikhsan.

Dalam dakwaan, Syaiful didakwa menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta. Uang itu diserahkan melalui Helman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

Sementara, Maringan memperoleh dua proyek dan memberikan uang dalam tiga tahap. Maringan memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp1,5 miliar, dan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp1,5 miliar serta uang sebesar Rp700 juta kepada OK Arya Zulkarnaen.

Uang itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dengan maksud supaya OK Arya melakukan pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

Proyek itu pembangunan jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar yang dikerjakan oleh terdakwa sebagai kontraktor.

Kedua terdakwa bersama OK Arya Zulkanarnain dan Sujendi Tarsono alias Ahien serta Kadis PUPR Helman Herdadi ditangkap KPK dalam operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 13 September 2017. Mereka diamankan dari sejumlah tempat di Medan dan Kabupaten Batubara. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kpkok arya zulkarnainsuap bupati batubaratipikor medan
Berita Terkait
  • Senin, 30 Jul 2018 10:35

    DPRD Sumut Minta KPK Usut Proyek Pendopo Rumah Dinas Gubernur

    Aroma kolusi itu begitu kentara, saat proses lelang pekerjaan dengan harga penawaran sendiri (HPS) sebesar Rp 6.695.740.000,00 dan pagu Rp 6.696.000.000,00. KPK harus mengusut proyek ini.

  • Sabtu, 21 Jul 2018 01:44

    KPK Pantau Sidang Mafia Tanah Tamin Sukardi

    Giliran KPK yang memantau jalannya persidangan lanjutan atas kasus dugaan penjualan lahan milik negara seluas 74 hektare di Pasar 2, Desa Helvitia, Deliserdang, Sumatera Utara, dengan terdakwa mafia tanah Tamin Sukardi.

  • Rabu, 18 Jul 2018 05:05

    Bupati Labuhanbatu dan 5 Orang Terjari OTT KPK di Bandara Soeta

    Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di dinas PUPR wilayahnya.

  • Senin, 04 Jun 2018 00:34

    ICW Ingatkan Masyarakat Sumut Jangan Salah Pilih

    Masyarakat Sumatera Utara diminta untuk melihat secara detail rekam jejak Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang bertarung di Pilkada 2018, bebas dari korupsi dan anti korupsi.

  • Kamis, 31 Mei 2018 02:47

    Dugaan Korupsi APBD Sergai, Agus Tripriyono Mangkir dari Panggilan Kejaksaan

    Keempat terduga yang dipanggil masing-masing mantan Sekda Haris Fadillah, mantan Kepala BPKAD Agus Tripriyono, mantan Bendahara Koko dan Kepala BPKAD Sergai Gustian.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir