Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Dua Penyuap OK Arya Ajukan Diri Jadi JC

Dua Penyuap OK Arya Ajukan Diri Jadi JC

Jumat, 26 Jan 2018 23:31
Dibaca: 299 kali
drberita/istimewa
Syaiful Azhar
DINAMIKARAKYAT - Penuntut Umum KPK menuntut kedua terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dengan hukuman masing-masing 3 tahun penjara, serta denda Rp100 juta subsidair 6 bulan.

Penuntut KPK Ikhsan Fernandi mengatakan keduanya terbukti telah menyuap mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dalam proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tahun 2017.

"Terdakwa Maringan Situmorang dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a, dan Syaiful Azhar Pasal 5 ayat (1) huruf b, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Ikhsan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Kamis 25 Januari 2018.

Ikhsan menjelaskan kedua terdakwa mengajukan Justice Collaborator (JC) dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan OK Arya Zulkarnaen.

"Keduanya mengajukan JC. Tapi hanya berkas pengajuan dari Syaiful yang sudah terima. Kalau Maringan belum," ungkap Ikhsan.

Dalam dakwaan, Syaiful didakwa menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta. Uang itu diserahkan melalui Helman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

Sementara, Maringan memperoleh dua proyek dan memberikan uang dalam tiga tahap. Maringan memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp1,5 miliar, dan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp1,5 miliar serta uang sebesar Rp700 juta kepada OK Arya Zulkarnaen.

Uang itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dengan maksud supaya OK Arya melakukan pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

Proyek itu pembangunan jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar yang dikerjakan oleh terdakwa sebagai kontraktor.

Kedua terdakwa bersama OK Arya Zulkanarnain dan Sujendi Tarsono alias Ahien serta Kadis PUPR Helman Herdadi ditangkap KPK dalam operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 13 September 2017. Mereka diamankan dari sejumlah tempat di Medan dan Kabupaten Batubara. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kpkok arya zulkarnainsuap bupati batubaratipikor medan
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 01:29

    Surat Tuntutan Belum Selesai, Sidang Korupsi Binahati Batal Digelar

    JPU batal membacakan surat tuntutan terdakwa korupsi dana penyertaan modal Pemkab Nias tahun 2007 senilai Rp6 miliar Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 19 Februari 2017.

  • Senin, 19 Feb 2018 20:12

    KPK Akan Bantu Menteri LHK Selesaikan Kasus Lahan Sawit DL Sitorus

    KPK mendukung rencana Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengeksekusi lahan negara yang dicaplok pengusaha sawit Darianus Lungguk Sitorus alias DL. Sitorus.

  • Senin, 19 Feb 2018 18:53

    KPK Jangan Hanya Periksa DPRD dan PNS Pemprov Sumut

    Ketua Peresedium Pemerhati Indonesia Bersih (PIB) Rosisyanto mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak pilih kasih memeriksa kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

  • Rabu, 14 Feb 2018 02:03

    Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Nelayan DKP Sumut Dihukum Bervariasi

    Tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan 6 unit kapal nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dijatuhi hukuman bervariasi di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 13 Februari 2018.

  • Selasa, 13 Feb 2018 02:23

    Dua PNS Pemprov Sumut Dituntut 15 Bulan Penjara

    Dua terdakwa kasus pungutan liar (pungli) ‎Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut dituntut masing-masing hukuman selama 15 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Senin 12 Februari 2018.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir