Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Ditipu Agen Perjalanan, 181 WNI Ditahan Keamanan Arab Saudi

Ditipu Agen Perjalanan, 181 WNI Ditahan Keamanan Arab Saudi

Jumat, 06 Sep 2019 19:09
Dibaca: 38 kali
ilustrasi
Jemaah haji.
DRberita | Sebanyak 181 warga negara Indonesia (WNI) ditahan aparat keamanan Arab Saudi karena kedapatan hendak melaksanakan ibadah haji tanpa berbekal visa haji dan surat izin (tasrikh) berhaji.

Sebagian besar WNI digerebek di apartemen, dan sebagian lainnya di sebuah tempat penampungan di Makkah. Mereka kini ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (tarhil) Syimaisi. Pernyataan ini disampaikan Konsulat Jenderal RI Jeddah, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 6 September 2019.

Selain ratusan WNI tersebut, terdapat puluhan WNI lain yang terlunta-lunta usai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang.

Mereka terkatung-katung kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan izin keluar (exit permit) oleh perusahaan/agen perjalanan yang memberangkatkan, sehingga mereka tertahan di bandara.

Berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah, sebagian besar dari 181 orang tersebut mengaku tertipu tawaran berhaji oleh seorang oknum agen perjalanan yang ikut terjaring dalam operasi tersebut. Oknum yang bersangkutan juga dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Saudi.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya peristiwa penahanan sejumlah WNI karena hendak berhaji di luar prosedur atau ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan pemerintah RI.

Musim haji tahun ini, kata Hery, jumlah WNI yang diamankan pihak keamanan Arab Saudi semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kebanyakan dari WNI tersebut adalah korban penipuan dari oknum yang mengaku menguruskan Haji ONH Plus, tetapi ternyata visa yang digunakan untuk memberangkatkan mereka bukan visa haji.

"Perkiraan saya masih ada di luar sana warga kita yang masih belum bisa pulang karena terkendala visa," kata Konjen Hery.

Oleh sebab itu, Hery berharap dapat dilakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penipuan guna mencegah terulangnya modus penipuan ini.

Dia juga mengimbau agar calon jamaah lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan dapat memberangkatkan haji dengan cepat.

Calon jamaah diminta secara aktif memeriksa izin agen perjalanan atau perusahaan penyelenggara ibadah haji dengan otoritas terkait di Tanah Air.

Sementara itu, Pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, menyebutkan pihak KJRI hingga saat ini telah memberikan pendampingan terhadap 201 orang WNI.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 195 orang telah dipulangkan ke Indonesia, sedangkan sisanya masih diupayakan agar bisa segera pulang ke Tanah Air.

"Masih ada lima orang jamaah tertunda pemulangannya karena tidak memiliki tiket pulang. Mereka korban penipuan oleh oknum travel," kata Safaat.

Staf Teknis/Konsul Imigrasi KJRI Jeddah, Ahmad Zaeni, yang melakukan BAP terhadap para korban di Tarhil mengungkapkan bahwa para WNI tersebut dijanjikan oknum agen perjalanan akan dihubungkan dengan muassasah selaku penyedia paket haji, termasuk tasrikh, tenda Arafah-Mina, katering, dan transportasi.

"Dari keterangan mereka, biayanya antara 60 juta hingga 200 juta per orang. Penawaran itu menyebar dari orang ke orang," ujar Zaeni.

Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Muchamad Yusuf, yang turut terjun ke lapangan, mengidentifikasi berbagai jenis visa yang digunakan para oknum untuk memberangkatkan korban.

Disebutkan Yusuf, para korban kebanyakan diberangkatkan dengan visa kerja musiman (amil musim), sedangkan lainnya diberangkatkan dengan visa turis untuk menghadiri event (ziarah fa'aliat), visa kunjungan pribadi (ziarah syakhsiyah), visa umrah, dan sisanya berstatus mukim.

"Sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi, setiap warga negara asing yang masuk dengan visa kerja harus memperoleh exit permit dari penanggung jawab (majikan) yang tertera di visa pekerjanya," imbuh Yusuf.

KJRI Jeddah kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait di Tanah Air untuk menindaklanjuti kasus ini. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: irham.co.id

T#g:agen perjalananarab saudijemaah haji indonesiawni
Berita Terkait
  • Sabtu, 10 Feb 2018 01:00

    Pemprov Sumut Siapkan Lahan 5 Hektar Untuk Islamic Center, Pembangunan Tidak Lama Lagi

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan LIPIA dalam rangka menindaklanjuti rencana pembangunan pendidikan tinggi Islam di Sumatera Utara, Jumat 9 Februari 2018.

  • Senin, 04 Sep 2017 22:21

    Arab Saudi Akan Bangun Lembaga Pendidikan Islam di Sumut

    Pertemuan Tengku Erry dengan Prof Sulaiman untuk menindaklanjuti kerjasama Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo, dalam hal meningkatkan investasi, di antaranya rencana pembangunan lembaga pendidikan Islam Arab di Indonesia.

  • Rabu, 30 Agu 2017 22:46

    Di Makkah, Erry dan Istri Kunjungi Jamaah Haji Kloter 10 dan 13 Embarkasi Medan

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi meninjau persiapan jamaah haji Sumut menjelang keberangkatan ke Arafah di Makkah.

  • Sabtu, 10 Jun 2017 00:19

    Utusan Arab Saudi Temui Gubernur Sumut, Ada Apa?

    Utusan Dubes Arab Saudi, Naser Al Ghamdi datang membawa dan menyerahan surat dubes untuk menindaklanjuti kerjasama dua belah pihak dalam rencana pembangunan kampus LIPIA-Medan.

  • Selasa, 11 Apr 2017 00:12

    Arab Saudi Akan Bangun Universitas Islam di Sumatera Utara

    Rencan pembangunan universitas Islam sangat sejalan dengan rencana pembangunan Islamic Center di atas lahan 40 hektar.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir