Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Dianggap Sebarkan Hoax, Kivlan Zein Laporkan Petinggi Polri

Dianggap Sebarkan Hoax, Kivlan Zein Laporkan Petinggi Polri

Selasa, 09 Jul 2019 17:16
Dibaca: 194 kali
drberita/istimewa
Kivlan Zein
DINAMIKARAKYAT - Tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata Kivlan Zen melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta Singarimbun, melaporkan tiga petinggi polisi ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, karena dianggap telah menyebarkan hoaks tentang kliennya.

Tiga polisi yang dilaporkan adalah Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, dan Kompol Pratomo Widodo. Ketiganya diadukan atas dugaan pelanggaran etik dan penyalahgunaan wewenang.

Laporan yang dilakukan pada 17 Juni itu diterima dengan nomor: SPSP2/1488/VI/2019/BAGYANDUAN.

Tonin menilai ketiga orang itu telah melakukan kabar bohong dan fitnah dengan membeberkan video Iwan Kurniawan yang mengaku diperintahkan oleh Kivlan untuk membunuh tokoh nasional.

"Itu berita bohong, polisi tidak boleh begitu dong. Kalau rencana pembunuhan, dia sudah pernah uji rencana pembunuhannya belum? Beli senjata di toko mana? Menyuruh mana buktinya? Ini fitnah," ujar Tonin saat dikonfirmasi, Selasa 9 Juli 2019.

Selain itu, Tonin mengatakan ketiga pejabat polisi ini telah melanggar aturan karena membuka BAP yang seharusnya dilakukan di pengadilan. "BAP itu kan hanya boleh dibuka di persidangan, kalau di luar itu namanya otoriter," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Irjen Pol Iqbal mengapresiasi langkah Tonin melaporkannya ke Propam. Pasalnya Tonin telah melakukan pelaporan sesuai prosedur.

"Itu sudah jalur yang benar untuk melaporkan dugaan apapun terhadap anggota kepolisian, termasuk saya sebagai Kadiv Humas yang menyampaikan informasi. Kita serahkan pada Propam," ujar Iqbal saat dikonfirmasi.

Polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada akhir Mei 2019. Beberapa waktu kemudian, polisi juga menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dalam pengembangan para tersangka terkait kerusuhan 22 Mei.

Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari ke depan terhitung sejak Selasa 18 Juni 2019 lalu. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:kivlan zeinkopassuspolritni
Berita Terkait
  • Sabtu, 07 Sep 2019 14:37

    Imbas Festival Multi Etnis, 2 Anggota DPRD Medan Minta Eldin Copot Kadis Kebudayaan

    Hendra dan anggota Fraksi Golkar Ilhamsyah menganggap Dinas Kebudayaan tidak mampu menyajikan kesenian yang berkualitas. Tidak sekedar kesenian bersifat hiburan, akan tetapi memiliki fungsi pembinaan pada kesenian itu sendiri.

  • Jumat, 06 Sep 2019 20:22

    Masyarakat Belawan Dapat MCK dan Sumur Bor dari Persit KCK PD I Bukit Barisan

    MCK dan Sumur Bor dalam rangka bakti sosial Persit Kartika Chandra Kirana PD I Bukit Barisan, telah diresmikan di Jalan Taman Makan Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

  • Selasa, 03 Sep 2019 22:26

    Dewan Kesenian Medan Protes Festival Multi Etnis

    Anggaran kegiatan yang tergolong lumayan besar ini, jika dibandingkan dengan kondisi di lapangan tidak terlalu mewah. Sebaliknya, kegiatan kelihatan biasa-biasa saja.

  • Sabtu, 24 Agu 2019 00:01

    Melihat Latihan Nembak Senjata Berat TNI AD 2019

    Latihan menembak senjata berat terintegrasi yang melibatkan rudal-rudal canggih kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD, untuk menguji kemampuan alutsista terbaru yang akan diikutkan dalam latihan gabungan TNI 2019.

  • Sabtu, 17 Agu 2019 01:25

    IJTI Kecam Intimidasi Oknum Aparat Kepada Jurnalis di Demo Buruh

    Kali ini menimpa sejumlah jurnalis dari media online dan TV, yang tengah meliput elemen buruh yang akan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, pada Jumat 16 Agustus 2019.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir