• Home
  • Hukum
  • Dianggap Sebarkan Hoax, Kivlan Zein Laporkan Petinggi Polri

Dianggap Sebarkan Hoax, Kivlan Zein Laporkan Petinggi Polri

Selasa, 09 Jul 2019 17:16
Dibaca: 124 kali
drberita/istimewa
Kivlan Zein
DINAMIKARAKYAT - Tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata Kivlan Zen melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta Singarimbun, melaporkan tiga petinggi polisi ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, karena dianggap telah menyebarkan hoaks tentang kliennya.

Tiga polisi yang dilaporkan adalah Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, dan Kompol Pratomo Widodo. Ketiganya diadukan atas dugaan pelanggaran etik dan penyalahgunaan wewenang.

Laporan yang dilakukan pada 17 Juni itu diterima dengan nomor: SPSP2/1488/VI/2019/BAGYANDUAN.

Tonin menilai ketiga orang itu telah melakukan kabar bohong dan fitnah dengan membeberkan video Iwan Kurniawan yang mengaku diperintahkan oleh Kivlan untuk membunuh tokoh nasional.

"Itu berita bohong, polisi tidak boleh begitu dong. Kalau rencana pembunuhan, dia sudah pernah uji rencana pembunuhannya belum? Beli senjata di toko mana? Menyuruh mana buktinya? Ini fitnah," ujar Tonin saat dikonfirmasi, Selasa 9 Juli 2019.

Selain itu, Tonin mengatakan ketiga pejabat polisi ini telah melanggar aturan karena membuka BAP yang seharusnya dilakukan di pengadilan. "BAP itu kan hanya boleh dibuka di persidangan, kalau di luar itu namanya otoriter," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Irjen Pol Iqbal mengapresiasi langkah Tonin melaporkannya ke Propam. Pasalnya Tonin telah melakukan pelaporan sesuai prosedur.

"Itu sudah jalur yang benar untuk melaporkan dugaan apapun terhadap anggota kepolisian, termasuk saya sebagai Kadiv Humas yang menyampaikan informasi. Kita serahkan pada Propam," ujar Iqbal saat dikonfirmasi.

Polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada akhir Mei 2019. Beberapa waktu kemudian, polisi juga menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dalam pengembangan para tersangka terkait kerusuhan 22 Mei.

Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari ke depan terhitung sejak Selasa 18 Juni 2019 lalu. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: cnnindonesia.com

T#g:kivlan zeinkopassuspolritni
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jul 2019 17:18

    Kompi Markas "Macan" Juara Nembak Antar Kompi Yonif Para Raider 433/JS

    Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS Mayor Inf Yudy Ardiyan Saputro mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melatih kemapuan dan kemahiran menembak senapan yang diikuti Perwira, Bintara dan Tamtama.

  • Selasa, 09 Jul 2019 16:42

    Alasan Kurang Bukti, Bareskrim Tolak Laporan Mantan Komandan Tim Mawar

    Bareskrim Mabes Polri menolak laporan soal Majalah Tempo yang diajukan oleh Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) Chairawan Nusyirwan, karena alasan kurang barang bukti.

  • Minggu, 07 Jul 2019 18:39

    Satgas Kasus Novel Baswedan Gagal!

    Tim tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019 yang beranggotakan 65 orang dan didominasi dari unsur kepolisian yang tenggat waktu kerjanya yaitu pada 7 Juli 2019 atau sekitar enam bulan.

  • Minggu, 07 Jul 2019 17:37

    Menanti Hasil Kerja Komjel Pol Moechgiyarto

    Kerja Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Tito Karnavian untuk menyelidiki kematian sembilan orang di depan Bawaslu 21 dan 22 Mei 2019 harus menyetuh komandan tertinggi kewilayahan atau provinsi setempat.

  • Sabtu, 06 Jul 2019 16:44

    Pangdam dan Wagubsu Hadiri Sertijab Danlantamal Belawan

    Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam sambutannya mengatakan serah terima jabatan merupakan dinamika dari sebuah organisasi yang terus bergerak maju.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir