Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Di Samping Anak, Zuraida Bunuh Suami Dibantu Selingkuhan

Pembunuhan Hakim PN Medan

Di Samping Anak, Zuraida Bunuh Suami Dibantu Selingkuhan

Kamis, 09 Jan 2020 00:03
Dibaca: 1.500 kali
drberita/istimewa
Zuraida Hanum
Bobby Nasution Center
DRberita | Polisi sudah memastikan Zuraida Hanum (41) sebagai otak pelaku pembunuhan suaminya Hakim PN Medan Jamaluddin. Zuraida dibantu oleh 2 orang eksekutor yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29) untuk mengeksekusi.

Zuraida rupanya telah merencanakan pembunuhan tersebut bersama selingkuhannya Jefri, sejak 25 November 2019. Jauh sebelum bertemu Jefri, yakni pada Maret 2019, Zuraida juga pernah berencana membunuh Jamaluddin, namun tak menemukan eksekutor.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Rabu 8 Januari 2020, membeberkan kronologi dan cara Zuraida beserta 2 eksekutor membunuh Jamaluddin.

Berikut kronologinya: Kamis 28 November 2019, Pukul 19.00 WIB, Jefri dan Reza dijemput dengan mobil Toyota Camry BK 78 ZH oleh Zuraida Hanum di Pasar Johor, Medan, menuju rumah korban dan langsung masuk garasi, kondisi garasi terbuka. Jefri dan Reza langsung masuk ke dalam rumah menuju lantai 3.

Pada saat itu, Jamaluddin belum pulang dari kantornya. Zuraida menyembunyikan Reza dan Jefri di lantai 3 rumahnya.

Di rumah itu juga ditempati oleh dua anaknya Jamaluddin dari istri pertama. Mereka adalah Kenny Akbari Jamal (23), Rajid Fandi Jamal (18). Namun pada saat itu, Kenny dan Rajid sedang tidak berada di rumah.

Walhasil, di rumah itu hanya ada Jamaluddin, Zuraida dan anaknya yang masih berusia 7 tahun. Pukul 20.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 membawakan air mineral untuk Jefri dan Reza. Pukul 21.00 WIB, Zuraida naik lagi ke lantai 3 untuk melihat Jefri dan Reza.

Jumat 29 November 2019, Pukul 01.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada Jefri dan Reza untuk turun dan menuju kamar korban. Di dalam kamar, korban memakai sarung dan tidak memakai baju, dan Khanza (anak Zuraida dan Jamaluddin yang berusia 7 tahun) sedang tidur. Posisi Zuraida di tengah, di antara Khanza dan Jamaluddin.

Reza mengambil kain dari pinggir kasur Jamaluddin kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan kepala Jamaluddin dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk melakukan pembekapan di bagian hidung dan mulut Jamaluddin.

Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas Jamaluddin dan memegang kedua tangan Jamaluddin di samping kanan dan kiri badan Jamaluddin.

Zuraida berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki sang suami dengan kedua kakinya. Zuraida juga menenangkan Khanza yang terbangun untuk tidur kembali pada saat eksekusi berlangsung.

Setelah Jamaluddin tidak bergerak, Jefri dan Reza mengecek bagian perut apakah ada pergerakan tanda bernapas. Setelah yakin Jamaluddin sudah meninggal dunia, Zuraida memerintah Jefri dan Reza untuk kembali menunggu di lantai 3.

Pukul 03.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 memanggil Jefri dan Reza untuk turun ke kamarnya. Jefri, Reza, dan Zuraida, berdiskusi menentukan tempat pembuangan mayat dan akan dibuang di Berastagi. Mereka memakaikan baju dan perlengkapan Jamaluddin. Jefri dan Reza memakaikan baju lengan panjang olahraga PN Medan warna hijau dengan posisi didudukkan, sedangkan Zuraida memakaikan celana panjang hijau olahraga PN Medan. Reza memakaikan kaos kaki.

Jefri, Reza, dan Zuraida mengangkat mayat Jamaluddin turun ke lantai 1 dan memasukkan ke dalam mobil milik Jamaluddin, Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD, melewati pintu kanan belakang dengan posisi berbaring di kursi baris kedua dengan kepala di sebelah kanan.

Jefri menyetir mobil Jamaluddin dan Reza duduk di sebelah kiri depan sementara Zuraida membuka dan menutup pintu garasi. Kemudian mobil berjalan melalui rute;

Ke luar rumah korban berbelok ke kanan menuju Jalan Aswad. Belok kiri menuju Jalan Eka Warni. Belok Kanan menuju Jalan Karya Wisata. Belok kiri menuju Jalan AH Nasution. Melewati fly over Jamin Ginting.

Menuju Jalan Ngumben Surbakti. Belok kiri melewati simpang pemuda menuju Jalan Setiabudi. Belok kanan menuju Jalan Stella Raya. Sekitar 300 meter sebelum rumah orang tuanya di Jalan Silangge No 4, Reza mengambil motor Honda Vario hitam BK 5898 AET dan kembali menghampiri mobil Land Cruiser Prado. Mobil menuju arah Berastagi.

Pukul 06.30 WIB, sesampainya di lokasi pembuangan, menurut pengakuan Jefri dan Reza, Reza yang mengendarai sepeda motor melihat ada jurang dan berhenti. Kemudian Jefri yang melihat Reza berhenti, langsung menuju ke pinggir jurang dan lompat dari mobil Land Cruiser Prado dalam kondisi mobil menyala persneling pada posisi D.

Kemudian mobil Land Cruiser Prado BK 77 HD berjalan secara automatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

Jefri langsung naik ke sepeda motor Reza, karena ketakutan apabila ada yang melihat kejadian. Jefri dan Reza langsung bergerak meninggalkan lokasi tanpa melihat bagaimana kondisi mobil korban melalui Jalan Namorih. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: kumparan.com

T#g:cinta terlaranghakim jamaluddinhakim pn medanpembunuhan hakim jamaluddinpolda sumutselingkuhanzuraida hanum
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Jan 2020 19:36

    Ibu Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin Nangis Lihat Anaknya Tiba di Rumah

    Usai melakukan reka adegan, keduanya terlihat di dalam rumah dan duduk bersama ibundanya. Rini pun mengelus badan belakang kedua anaknya. Ia terlihat memeluk RF sembari meneteskan air mata.

  • Senin, 20 Jan 2020 23:12

    Mahasiswa & Masyarakat Labura Ikhlas Bupatinya Jadi Tersangka

    Aksi tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Labura dalam penerimaan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2013-2015.

  • Senin, 20 Jan 2020 22:47

    Kunjungan ke Kantor Media Cetak: Irjen Martuani Janji yang Terbaik Untuk Sumut

    Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumatera Utara. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Sumut sebagai tanah kelahirannya.

  • Rabu, 15 Jan 2020 18:43

    Tipikor Polda Sumut Sudah Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi DBH Labura

    Tipikor Polda Sumut menetapkan tiga tersangka berdasarkan kerugian yang telah dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp 2,9 miliar.

  • Rabu, 15 Jan 2020 18:20

    JMM Minta Polda Sumut Periksa Iwan Zulhami

    Sangat perlu diperhatikan dan dikaji ulang persoalan dugaan korupsi, Pungli (Pungutan Liar) dan beberapa kejahatan lainnya di tubuh Kementerian Agama Wilayah Sumatera utara, yang diduga kuat dikomandoi oleh Irwan Zulhami.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir