Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • Demi Adik dan Orangtua, Anak Langkat Duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Medan

Demi Adik dan Orangtua, Anak Langkat Duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Medan

Oleh: admin
Kamis, 22 Des 2016 22:52
Dibaca: 387 kali
Net
Ilustrasi.
DINAMIKARAKYATCOM - Isa Maulidin alias Muhammad Iqbal (25), terdakwa illegal fishing ternyata merupakan tulang punggung keluarga. Enam bulan belakangan ini ia bekerja sebagai nelayan untuk menutupi kehidupan ekonomi orangtuanya.

Hal ini terdakwa ungkapkan saat memberikan keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/11/2016).

Pria berkulit hitam ini mengaku sejak, enam bulan belakangan ini bekerja sebagai nelayan di perairan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, demi menghidupi kebutuhan adik dan kedua orangtuanya.

Isa rela mengais rupiah demi rupiah mencari ikan di laut. Namun, cara Isa menangkap ikan ternyata menyalahi aturan.  


Polisi Perairan Pangkalan Brandan, Langkat, memergoki Isa saat menangkap ikan secara ilegal dengan menggunakan pukat hela berpalang beam trawl di perairan Sei Lepan, 24 November 2016 lalu. 

Dari kesaksiannya, Isa mengaku sampan yang ia gunakan mencari rezeki milik majikannya dengan dilengkapi pukat hela berpalang beam trawl. Jenis pukat yang dilarang digunakan untuk menangkap ikan di laut.

Dari segi penghasilan, ia menuturkan cerita pahit sebagai nelayan yang berpenghasilan tidak layak dari kata cukup. Terkadang, hasil tangkapan di laut tak mampu mencukupi kebutuhan adik dan orangtuanya.

"Sampan itu punya toke saya. Penghasilan Rp 150 ribu per hari, itu masih kotor. Belum lagi uang minyaknya, paling sedikit satu hari saya cuma Rp 30 per hari. Kadang pun gak bergaji, cuma capek-capek badan aja," ujar Isa.

Kini, tak ada lagi yang menjadi tulang punggung keluarganya. Nasibnya dipertaruhkan hingga berapa lama hukuman yang diberikan majelis hakim padanya.

Ia mengaku, perbuatannya melanggar aturan. Begitu pun, jalan tersebut ia lalui lantaran demi kehidupan orangtua dan adiknya.


"Saya tahu gak boleh pakai pukat, Pak Hakim. Tapi karena awak kerja sama orang, toke pun bilang pakai yang itu (pukat hela) saja dulu, nanti diganti, ya saya bisa apa," keluhnya.

Mendengar pengakuan Isa, seorang ibu paruh baya meyakinkan majelis hakim kalau seorang terdakwa yang mereka sidangkan merupakan tulang punggung keluarganya.

"Tulang punggung keluarga kami ini, Pak Hakim. Tolonglah kasihani kami, Pak. Kami ini orang susah, kata ibu berjilbab cokelat muda yang belakang diketahui merupakan orangtua terdakwa.

Hakim kemudian mencoba menenangkan wanita paruh baya tersebut. Ia menyarankan agar menghormati proses hukum yang sedang dijalani anaknya. "Sabar ya, Bu. Yang salah tetap dihukum," kata hakim.

Dari penuturan tiga Polisi Perairan Polres Langkat masing-masing Agus, M. Ritonga dan Didi Supriadi yang dihadirkan sebagai saksi menyebut, kala itu pukul 09.00 WIB, ketiganya berangkat dari kantor.

Setelah tiga jam berlayar, petugas melihat Isa Maulidin berada di atas sampannya sedang menarik ikan dengan pukat.


"Bukan hanya terdakwa saja yang kami lihat saat itu, tapi ada beberapa. Namun, saat kami datangi, banyak yang kabur. Hanya terdakwa yang tidak kabur, karena saat itu dia sedang menarik tangkapannya," kata Agus di hadapan majelis hakim diketuai Fahren.

Saat kapal petugas mendekat ke sampan Isa, petugas melihat pria berkulit hitam ini bersama seorang ABK sedang menarik hasil tangkapannya seberat 4 kilo. Hasil tangkap berupa ikan kecil, dan berbagai jenis udang halus serta kerang.

"Dia ini berangkat pagi pulang sore. Kalau desanya kami kurang tahu yang pasti masih di sekitar Brandan," sambung M. Ritonga.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andrew Sembiring mendakwa Isa Maulidin melanggar Pasal 9 subsider Pasal 85 UU No 45 Tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (art/drc)‎
T#g:ilegal fishingpemkab langkatpengadilan medan
Berita Terkait
  • Rabu, 31 Jul 2019 19:54

    Pedagang Sabu Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara Denda Rp 1 Miliar

    Pedagang narkoba jenis sabu Irwan Syahputra alias Iwan tertunduk lemas ketika mendengar putusan hakim Pengadilan Negeri Medan, terhadap dirinya, Rabu 31 Juli 2019. Ia divonis 5 tahun 6 bulan penjara.

  • Minggu, 05 Agu 2018 01:20

    PT Amal Tani Gandeng Unimed Selesaikan Permasalahan Warga Langkat

    PT Amal Tani yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan pengolahan tandan buah segar gandeng Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) untuk menyelesaikan permasalahan warga di Kabupaten Langkat.

  • Rabu, 07 Feb 2018 00:36

    Tiga Terdakwa Sabu 2 Kilogram Dituntut 19 Tahun Penjara dan Rp1 Miliar

    Tiga terdakwa kasus sabu 2 kilogram masing-masing dituntut hukuman selama 19 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Selasa 6 Februari 2018.

  • Selasa, 23 Jan 2018 02:27

    Terdakwa Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun Penjara

    Pria asal ‎Desa Geulanggang Teungoh, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, ini terbukti bersalah menguasai dan mengendalikan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

  • Selasa, 23 Jan 2018 00:37

    JPU Ikut Banding Vonis Mati Andi Lala

    Jaksa penuntut umum (JPU) ikut menyatakan banding atas kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Kota Medan dan kasus pembunuhan di Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir