Bank Sumut
  • Home
  • Hukum
  • 15 Tahun Munir: Istana Janji Tangkap Dalang Pembunuh

15 Tahun Munir: Istana Janji Tangkap Dalang Pembunuh

Sabtu, 07 Sep 2019 15:28
Dibaca: 66 kali
drberita/istimewa
Munir Said Thalib alias Munir.
DRberita | Istana Kepresidenan menegaskan komitmennya untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib, yang terjadi 15 tahun lalu.

Pada 7 September 2004 silam, Munir dibunuh dengan racun arsenik saat menempuh perjalanan udara dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Selang 15 tahun, otak pembunuhan Munir belum juga terungkap.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian Hukum dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP) Ifdhal Kasim menyebutkan, kasus Munir terus mendapat perhatian dari pemerintah. Namun lambatnya pengusutan kasus, jelas Ifdhal, disebabkan sulitnya menemukan dokumen asli hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) yang terbit 2005 silam, atau salinannya.

"Dokumennya itu tidak tercatat di sini. Itu yang diminta dibuka oleh koalisi masyarakat. Meminta untuk membuka hasil penyelidikan tim yang lalu. Itu kan sampai sekarang pemerintah belum bisa membuka itu, karena resminya kita tidak terdokumentasi di sini," jelas Ifdhal di KSP, Jumat akhir pekan 6 September 2019.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), jelas Ifdhal, juga telah memerintahkan Kepolisian RI untuk mengumpulkan dan merangkai kembali bukti-bukti yang diperlukan agar mengerucut pada otak pelaku pembunuhan Munir.

Menurut Ifdhal, meski pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan Munir satu persatu telah diadili, namun belum menyentuh dalang di baliknya. "Teman-teman ini kan belum melihat ini tuntas karena belum sampai kepada yang mereka anggap bertanggung jawab," katanya.

Ifdhal menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo berjanji penuntasan pelanggaran HAM, termasuk kasus Munir, sebagai prioritas. Namun hingga saat ini, pihak istana belum menerima laporan lengkap dari Polri mengenai pengusutan lanjutan kasus Munir.

"Tapi bukan berarti pemerintah mendiamkan, tetap ada komitmen untuk kasus Munir. Ini tidak terganjal lah, karena kan hanya sedikit lagi. Yang lain kan sudah diajukan ke pengadilan semua," jelas Ifdhal. (art/drc)

Editor: admin

Sumber: republika.co.id

T#g:aktivis hammunirpembunuh munirPresiden Jokowi
Berita Terkait
  • Jumat, 13 Sep 2019 00:32

    Membangun Pariwisata dengan Aparat & Kekerasan

    BPODT mengirim alat berat ke Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. BPODT bermaksud membangun jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1900 meter dan lebar 18 meter.

  • Senin, 09 Sep 2019 16:15

    Begini Jadinya Kalau RUU KPK Disahkan

    Direktorat Penyelidikan Komisi Peberantsan Korupsi (KPK) akan total berhenti bekerja, dikarenakan saat ini tidak ada satupun penyelidik yang berasal dari Kepolisian. Sedangkan di dalam UU KPK yang baru, Penyelidik KPK harus Polisi.

  • Senin, 09 Sep 2019 13:47

    Yasonna Laoli Pantas Jadi Gubernur, Jika Jokowi Restui Pemekaran Kepulauan Nias

    Kepulauan Nias juga banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang tidak kalah baiknya dengan putra putri dari daerah lainnya. Terbukti dengan masuknya salah satu putra terbaik Kepualaun Nias Yasonna Laoli.

  • Sabtu, 07 Sep 2019 16:37

    Harga Pickup Esemka Rp 110 Juta, Garuda 1 Rp 280 Juta

    Dalam peresmian kendaraan itu, Presiden Direktur Esemka, Eddy Wirajaya mengumumkan harga pickup Esemka Bima 1.2 dan 1.3 dipatok sekitar Rp 110 juta. Lalu bagaimana dengan harga SUV Esemka Garuda 1?

  • Sabtu, 07 Sep 2019 14:59

    Siaran Pers: KPK di Ujung Tanduk

    Dengan segala kejadian dan agenda yang terjadi dalam kurun waktu belakangan ini, kami harus menyatakan kondisi saat ini bahwa KPK berada di ujung tanduk.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir