Bank Sumut

Sejarah Sibaroar Nasution Akan Difilmkan

Oleh: Fauzan Helmi
Minggu, 04 Feb 2018 01:06
Dibaca: 501 kali
drberita
Rapat rencana pembuatan film sejarah Sibaroar Nasution.
DINAMIKARAKYAT - Gagasan membuat film 'Sejarah Sibaroar Nasution' makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, Rabu 31 Januari 2018.

Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan.

Askolani Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin Adlan, Sineas Indonesia yang berpengalaman menulis skenario dan produser film nasional semacam 'Emak Ingin Naik Haji', 'Sayap Kecil Garuda', 'Ummi Aminah', 'Rumah Tanpa Jendela', 'Ada Syurga di Rumahmu', dan lain-lain.

Semua sepakat film sejarah marga Nasution dibuat dalam bentuk film layar lebar. Tentu dengan pemeran yang juga berskala nasional.

Marga Nasution sudah semestinya mampu membuat film berskala nasional. Apalagi Mandailing Natal memiliki sineas seperti Adenin Adlan yang asli Roburan, dan memiliki pengalaman yang matang dalam membuat film, terutama menarik dukungan sponsor.

Tentu film yang sedikitnya membutuhkan biaya produksi tiga miliar ini sudah semestinya didukung pihak sponsor.

Saya tentu dapat banyak cerita tentang berbagai seluk-beluk film nasional dari Adenin Adlan, betapa sebuah film begitu mudah mendapatkan sponsor kalau memajang aktor kawakan, katakanlah sekelas Reza Rahardian.

Apalagi kalau dengan skenario yang 'gold scen', skenario yang bisa menunda penonton bioskop untuk 'menunda ke WC sepanjang pemutaran film'.

"Itu saya bandingkan dengan film 'Dilan 1990' yang berhasil memelihara gold scen." ucap Askoni Nasution.

Menurtnya, penggunaan bahasa Mandailing untuk film tentu membutuhkan kualitas cerita yang menarik dan gambar yang memikat. Seperti Provinsi Sumatera Selatan yang berhasil membuat film berbahasa daerah 'Mengejar Angin' yang diperankan Lukman Sardi.

Dengan tambahan sub title, dengan begitu film 'Sibaror Nasution' harus menggunakan bahasa Mandailing agar kontekstualitas ceritanya lebih kuat. Sekalian promosi bahasa sendiri.

"Meskipun Adenin Adlan jagoan menulis skenario sebagaimana dalam film 'Emak Ingin Naik Haji', tetap saya yang diminta menulis skenarionya. Karena saya penutur asli bahasa Mandailing dan sedapat mungkin berkomitmen untuk membuat bahasa skenario yang komunikatif tapi berkarakter daerah," sebutnya.

"Itu tugas berat, tapi menantang. Filmnya nanti sedapat mungkin harus membuka ruang bagi sineas dan aktor pendukung daerah. Kapan lagi kita punya film berskala nasional itu," tegas Askolani. (art/drc)

Editor: admin

T#g:film sibaroar nasutionikatan keluarga nasutionpemkab madinasejarah sibaroar nasution
Berita Terkait
  • Senin, 13 Agu 2018 01:55

    Aktivis HMI di Madina Galang Dana Korban Gempa Lombok

    Kegiatan ini dilaksanakan atas keprihatinan kita terhadap ummat dan bangsa yang tertimpa musibah, dana yang terkumpul akan segera disalurkan, mengingat saat kebutuhan warga korban gempa di Lombok yang mendesak.

  • Selasa, 07 Agu 2018 00:57

    Ketua DPRD Madina Diganti, dari Lely kepada Maraganti

    Maraganti Batubara resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2014-2019, Senin 6 Agustus 2018.

  • Rabu, 13 Jun 2018 03:31

    Tengku Erry dan Mantu Jokowi Safari Ramadhan di Mandailing Natal

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan akan mampu menjaga persatuan, kesatuan serta menghempang pengaruh buruk salah satunya narkoba.

  • Senin, 11 Jun 2018 03:04

    Formada-Tabagsel Minta Polda Sumut Bentuk Satgasus

    Maraknya penambangan emas di Desa Lancat, Kecamatan Lingga Bayu dan Desa Ampung Siala, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, disinyalir ilegal tidak memiliki izin resmi dari Pemkab maupun Pemprovsu.

  • Kamis, 31 Mei 2018 02:01

    Pemkab Madina Temukan Sejumlah Makanan dan Minuman Kadaluarsa

    Dinas Kesehatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polres Madina melakukan razia makanan kadaluarsa disejumlah toko dan swalayan di Kota Panyabungan, Rabu 30 Mei 2018.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir