Bank Sumut
  • Home
  • Hiburan
  • Puisi Hidayati 'Hijaukan Bumi Ini' di Hari Ibu

Puisi Hidayati 'Hijaukan Bumi Ini' di Hari Ibu

Oleh: Muhammad Artam
Jumat, 29 Des 2017 00:41
Dibaca: 258 kali
drberita
Hidayati, Kadis Lingkungan Hidup Sumut.
DINAMIKARAKYAT - Momen perayaan Hari Ibu ke 89 tingkat Provinsi Sumatera Utara, menjadi lebih spesial ketika lantunan bait puisi 'Hijaukan Bumi Ini' berkumandang di Gedung Martabe, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu 27 Desember 2017.  

Puisi itu dibacakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Hidayati dengan penuh penghayatan di hadapan Wakil Gubernur Sumut Nurhazijah Marpaung dan Ketua PT PKK Sumut Evi Diana Sitorus, beserta para ASN.

Sementar Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi. Puisi dibacakan disetelah acara selesai.

Berikut puisi yang dibacakan Hidayat;

'Hijaukan Bumi Ini'

Pantaskah aku menyesali masa lalu
Walau malam tak pernah berganti siang
lekat diingatan belain tangan dirambutku
Terisak... Tergugu...
Saat itu aku resah
Penuh bingung
Mengapa Ibu tidak jual saja
Semua pohon-pohon di tepi sungai
Padahal itu adalah harta warisan
Untuk apa pohon-pohon tua dan besar itu
Bahkan sangat menakutkan

Dengan tangisan air matanmu jatuh bergulir
Ketika mesin sinsi menebang
Merambah, tebas, rampas
"Anakku tolong jangan tebang hutan jati warisan kita"
Pohon Tumbang satu-satu
Di atas tanah luas milik leluhur
Mata sayu Ibu memandang terenyuh
Melihat senyuman banggaku

Ibu, saat itu aku pikir
Keputusanku adalah yang terbaik
Kita dapatkan kekayaan, berlimpah
Namun...
Tubuhmu mengurus
Jiwamu bergetar
Ibu sakit... semakin melemah
ibu... pun pergi tinggalkanku selamanya

20 tahun sudah
Ibu... saat ini au duduk di sini
Di tengah banjir melanda kampung kita
Apakah air mata Ibu genangi kampung ini
Kakiku terendam air kotoran, keruh
Kucecahkan tanganku
kurebak air keruh banjir ini
Kubisikkan perlahan
Kumengerti kini Ibu
Pohon itu tuk selamatkan anak cucumu
Dari kesengsaraan bencana alam

Tak ada lagi akar kuat menahan longsor
Tak ada lagi akan kokoh menyimpan air
Tak ada lagi tempat teduhku saat kemarau
Tak ada lagi burung, ular dan kera bercanda di sana
Maafkan aku Bu...
Aku kejam, hina,
Tak kupahami air mata Ibu
Ampuni aku ya Allah
Berikan kuasa Mu
Agar aku bangkit kembalikan semangat
Ibuku


(art/drc)

Editor: admin

T#g:dinas lingkungan hidup sumuthari ibuhidayatiPemprov Sumut
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Jan 2018 14:10

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung: Kejatisu Salahkan BPKP

    Sepertinya Kejati Sumut menyalahi BPKP yang terlalu lama memberikan laporan hasil audit kerugian negara yang terjadi pada pembangunan IPA Martubung PDAM Tirtanadi.

  • Kamis, 18 Jan 2018 13:52

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung Sudah Gelar Perkara, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dalam kasus ini Kejari Cabang Belawan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

  • Senin, 15 Jan 2018 22:57

    Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Bertuah

    Kedua pemimpin itu mantan Gubsu Almarhum Tengku Rizal Nurdin dan Gubsu Tengku Erry Nuradi, sehingga dapat dikatakan ibu Hj Tengku Rafiah merupakan ibunda Sumatera Utara.

  • Kamis, 11 Jan 2018 02:39

    Ini Anggaran Proyek IPA Martubung Yang Diselidiki Kejaksaan

    Sudah tujuh tahun lebih proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Martubung berlalu. Saat ini kasus dugaan korupsinya ditangani oleh Kejari Cabang Belawan.

  • Rabu, 10 Jan 2018 22:43

    Kasus Dugaan Korupsi IPA Martubung Tinggal Menunggu Hasil Audit

    Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Martubung, PDAM Tirtanadi Sumut, tinggal menunggu hasil audit dari BPK RI dan BPKP.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir