• Home
  • Hiburan
  • Drama 'Sibaroar Raja Nasakti' Dapat Dukungan Menjadi Film

Drama 'Sibaroar Raja Nasakti' Dapat Dukungan Menjadi Film

Oleh: Fauzan Helmi
Senin, 02 Okt 2017 02:16
Dibaca: 287 kali
drberita
Pementasan drama Sibaroar Raja Nasakti.
DINAMIKARAKYAT - Sanggar seni 'Djeges Art' kembali mementaskan drama 'Sibaroar Raja Nasakti' di Gedung Serba Guna, Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sabtu 30 September 2017. Drama ini hasil kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Awal bulan Mei yang lalu, Djeges Art mendapat tawaran kerjasama pementasan seni berbudaya daerah dari Kemendikbud dalam program bantuan fasilitasi kegiatan kesenian tahun 2017.

Setelah mempertimbangkan dedikasi yang selama ini dalam memajukan kebudayaan daerah Mandailing Natal, profesionalisme, urgensitas, dan keberlanjutan karya seni dalam beberapa tahun terakhir, Djeges Art terpilih di antara 90 sanggar seni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Atas dukungan itu, Djeges Art kemudian menyiapkan naskah drama musikal berjudul 'Sibaroar Raja Nasakti'. Drama ini mengisahkan perjalanan hidup tokoh Sibaroar, nenek moyang marga Nasution.

Ceritanya, ketika Raja Pulungan berburu di hutan, mereka dan hulu balang menemukan bayi Sibaroar. Bayi itu kemudian di bawa ke istana dan diasuh oleh inang pengasuhnya, Saua. Ketika Raja Pulungan mendirikan Sopo Godang, Sibaroar diniatkan sebagai tumbal.

Tetapi malah anak raja pulungan yang tidak sengaja menjadi tumbal. Kesalahan itu membuat Raja Pulungan amat gusar. Ia kemudian mengerahkan pasukan untuk membunuh Sibaroar. Tapi Saua segera malarikan Sibaroar dan menyelamatkannya. Sibaroar akhirnya tumbuh menjadi pemuda yang sakti dan mendirikan Kerajaan Nasution.

Kisah Sibaroar diangkat dari cerita yang tertulis dalam kitab 'Sibulus-Bulus Sirumbuk-rumbuk' yang ditulis oleh Willem Iskander dan terbit tahun 1872.

Versi ini kemudian ditelaah alurnya oleh Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal, untuk memastikan semuanya telah sesuai dengan ketentuan.

Drama ini dibagi atas beberapa babak dengan durasi sekitar satu jam. Diperankan oleh Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, Rifky Alfaris Paradana Pulungan, Siti Halimah, Kurniawan Sandy Pulungan, Siti Rodimah, Ervin Nasution.

Kemudian, Nenny Juliani Rahmad, Sahroni Azis, Dzikri Alfaiz Padwananda Pulungan, Muhammad Solih Nasution, Satria Wira Pulungan, Rosadi Pulungan, Haris Rangkuti, Muhammad Iqbal, Fadhli Husein Lubis, Dina Efriani, Elma Riska, Apriani, dan Addini Hodayati.

Bupati Madina Natal Dahlan Hasan Nasution menyambut baik pementasan drama tersebut. Bahkan Dia berpesan agar dibuat berbentuk film agar daya tariknya semakin memikat. Pengambilan gambar diminta sedapat mungkin disesuaikan dengan alam sekitar sehingga ketika diputar di televisi nanti bisa lebih memikat.

"Kalau perlu nanti, pemerintah daerah bisa memberikan bantuan peralatan, agar semuanya bisa lebih menarik," kata Dahlan.

Dahlan juga berpesan kepada Askolani Nasution, agar drama tersebut diulang pengambilan gambarnya, agar semakin memikat. "Sehingga nanti kita sungguh-sungguh memiliki tontonan yang menjadi kebanggaan kita bersama," tambahnya.

Tokoh Masyarakat Saud Usman Nasution yang ikut menyaksikan memberikan apresiasi karena daya pikat penampilan pemeran dalam drama.

"Saya memang pernah membaca cerita ini waktu sekolah dulu, tetapi dengan dibuat drama seperti ini ternyata jauh lebih menarik dari yang saya bayangkan," ucap Saud Usman.

Ia juga berpesan agar segera dibuat versi filmnya. "Agar anak-anak kita bisa juga mengetaui sejarah asal-usul marga mereka," imbuhnya.

Penulis skenario drama Askolani Nasution mengatakan banyak cerita Mandailing yang bisa dikemas menjadi tontonan yang menarik. Dan semua itu sepatutnya diangkat kembali dengan dukungan berbagai pihak, termasuk melalui pemerintah daerah. "Dengan begitu, kita memiliki produk-produk kebudayaan yang pantas kita pertontonkan," katanya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:drama kolosalfilm kolosalpemkab madinasibaroar raja nasakti
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Des 2017 02:22

    Erry Tandatangani Pembangunan Bandara Bukit Malintang di Madina

    Bandara rencananya diberina Bandara Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution, yang diharapkan dapat mendorong kemajuan dan pengembangan wilayah Madina dan Sumut pada umumnya.

  • Selasa, 28 Nov 2017 00:20

    343 Guru Honor di Madina Belum Terima Gaji dari Pemprov Sumut

    Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) akan memfasilitasi 343 guru honor TKS SMA/SMK untuk mempertanyakan gaji yang belum di bayarkan selama 11 bulan ke Dinas Pendidikan Sumut.

  • Rabu, 15 Nov 2017 11:29

    Pemkab dan Polres Madina MoU Dana Desa

    Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengikat nota kesepahaman bersama dengan Polres Madina dalam rangka pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan dana desa.

  • Rabu, 01 Nov 2017 17:46

    Pemkab Madina Hibahkan Lahan dan Bangunan Untuk STAIM Menjadi Negeri

    Dalam upaya penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAIM), Pemkab Madina menghibahkan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu persyaratan pendirian Perguruan Tinggi Agama Negeri.

  • Rabu, 18 Okt 2017 18:28

    Jamkrindo Hadir di Tabagsel Bantu UMKM

    Kantor Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) hadir di kawasan Tapanuli Bagian Selatan. Kantor unit pelayanan berada di Pasar Lama Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu 18 Oktober 2017.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir