Bank Sumut
  • Home
  • Hiburan
  • Drama 'Sibaroar Raja Nasakti' Dapat Dukungan Menjadi Film

Drama 'Sibaroar Raja Nasakti' Dapat Dukungan Menjadi Film

Oleh: Fauzan Helmi
Senin, 02 Okt 2017 02:16
Dibaca: 739 kali
drberita
Pementasan drama Sibaroar Raja Nasakti.
DINAMIKARAKYAT - Sanggar seni 'Djeges Art' kembali mementaskan drama 'Sibaroar Raja Nasakti' di Gedung Serba Guna, Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sabtu 30 September 2017. Drama ini hasil kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Awal bulan Mei yang lalu, Djeges Art mendapat tawaran kerjasama pementasan seni berbudaya daerah dari Kemendikbud dalam program bantuan fasilitasi kegiatan kesenian tahun 2017.

Setelah mempertimbangkan dedikasi yang selama ini dalam memajukan kebudayaan daerah Mandailing Natal, profesionalisme, urgensitas, dan keberlanjutan karya seni dalam beberapa tahun terakhir, Djeges Art terpilih di antara 90 sanggar seni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Atas dukungan itu, Djeges Art kemudian menyiapkan naskah drama musikal berjudul 'Sibaroar Raja Nasakti'. Drama ini mengisahkan perjalanan hidup tokoh Sibaroar, nenek moyang marga Nasution.

Ceritanya, ketika Raja Pulungan berburu di hutan, mereka dan hulu balang menemukan bayi Sibaroar. Bayi itu kemudian di bawa ke istana dan diasuh oleh inang pengasuhnya, Saua. Ketika Raja Pulungan mendirikan Sopo Godang, Sibaroar diniatkan sebagai tumbal.

Tetapi malah anak raja pulungan yang tidak sengaja menjadi tumbal. Kesalahan itu membuat Raja Pulungan amat gusar. Ia kemudian mengerahkan pasukan untuk membunuh Sibaroar. Tapi Saua segera malarikan Sibaroar dan menyelamatkannya. Sibaroar akhirnya tumbuh menjadi pemuda yang sakti dan mendirikan Kerajaan Nasution.

Kisah Sibaroar diangkat dari cerita yang tertulis dalam kitab 'Sibulus-Bulus Sirumbuk-rumbuk' yang ditulis oleh Willem Iskander dan terbit tahun 1872.

Versi ini kemudian ditelaah alurnya oleh Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal, untuk memastikan semuanya telah sesuai dengan ketentuan.

Drama ini dibagi atas beberapa babak dengan durasi sekitar satu jam. Diperankan oleh Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, Rifky Alfaris Paradana Pulungan, Siti Halimah, Kurniawan Sandy Pulungan, Siti Rodimah, Ervin Nasution.

Kemudian, Nenny Juliani Rahmad, Sahroni Azis, Dzikri Alfaiz Padwananda Pulungan, Muhammad Solih Nasution, Satria Wira Pulungan, Rosadi Pulungan, Haris Rangkuti, Muhammad Iqbal, Fadhli Husein Lubis, Dina Efriani, Elma Riska, Apriani, dan Addini Hodayati.

Bupati Madina Natal Dahlan Hasan Nasution menyambut baik pementasan drama tersebut. Bahkan Dia berpesan agar dibuat berbentuk film agar daya tariknya semakin memikat. Pengambilan gambar diminta sedapat mungkin disesuaikan dengan alam sekitar sehingga ketika diputar di televisi nanti bisa lebih memikat.

"Kalau perlu nanti, pemerintah daerah bisa memberikan bantuan peralatan, agar semuanya bisa lebih menarik," kata Dahlan.

Dahlan juga berpesan kepada Askolani Nasution, agar drama tersebut diulang pengambilan gambarnya, agar semakin memikat. "Sehingga nanti kita sungguh-sungguh memiliki tontonan yang menjadi kebanggaan kita bersama," tambahnya.

Tokoh Masyarakat Saud Usman Nasution yang ikut menyaksikan memberikan apresiasi karena daya pikat penampilan pemeran dalam drama.

"Saya memang pernah membaca cerita ini waktu sekolah dulu, tetapi dengan dibuat drama seperti ini ternyata jauh lebih menarik dari yang saya bayangkan," ucap Saud Usman.

Ia juga berpesan agar segera dibuat versi filmnya. "Agar anak-anak kita bisa juga mengetaui sejarah asal-usul marga mereka," imbuhnya.

Penulis skenario drama Askolani Nasution mengatakan banyak cerita Mandailing yang bisa dikemas menjadi tontonan yang menarik. Dan semua itu sepatutnya diangkat kembali dengan dukungan berbagai pihak, termasuk melalui pemerintah daerah. "Dengan begitu, kita memiliki produk-produk kebudayaan yang pantas kita pertontonkan," katanya. (art/drc)

Editor: admin

T#g:drama kolosalfilm kolosalpemkab madinasibaroar raja nasakti
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Sep 2018 00:11

    Proyek Jembatan Gantung di Kabupaten Madina Ditinggal Kontraktor

    Masyarakat di lima desa, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengeluhkan proyek rehab jembatan gantung di Desa Hutarimbaru diterlantarkan rekanan.

  • Senin, 13 Agu 2018 01:55

    Aktivis HMI di Madina Galang Dana Korban Gempa Lombok

    Kegiatan ini dilaksanakan atas keprihatinan kita terhadap ummat dan bangsa yang tertimpa musibah, dana yang terkumpul akan segera disalurkan, mengingat saat kebutuhan warga korban gempa di Lombok yang mendesak.

  • Selasa, 07 Agu 2018 00:57

    Ketua DPRD Madina Diganti, dari Lely kepada Maraganti

    Maraganti Batubara resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2014-2019, Senin 6 Agustus 2018.

  • Rabu, 13 Jun 2018 03:31

    Tengku Erry dan Mantu Jokowi Safari Ramadhan di Mandailing Natal

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan akan mampu menjaga persatuan, kesatuan serta menghempang pengaruh buruk salah satunya narkoba.

  • Senin, 11 Jun 2018 03:04

    Formada-Tabagsel Minta Polda Sumut Bentuk Satgasus

    Maraknya penambangan emas di Desa Lancat, Kecamatan Lingga Bayu dan Desa Ampung Siala, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, disinyalir ilegal tidak memiliki izin resmi dari Pemkab maupun Pemprovsu.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir