Bank Sumut
  • Home
  • Ekonomi
  • UMKM Desa di Kabupaten Sergai Gunakan Teknologi Berbasis Riset Universitas

UMKM Desa di Kabupaten Sergai Gunakan Teknologi Berbasis Riset Universitas

Minggu, 15 Sep 2019 21:04
Dibaca: 468 kali
drberita/istimewa
Geliat usaha para pelaku UMKM Desa Mangga Dua, Kabupaten Sergai.
Bobby Nasution Center
DRberita | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Mangga Dua, Kabupaten Serdang Bedagai (sergai), mulai berbenah dan mengembangan usaha. Geliat usaha para pelaku UMKM yang berkembang dan mulai meyasar keluar daerah dalam distribusi dan penjualannya.

Ini tidak terlepas dari pendampingan dan riset teknologi tepat guna (TTG) yang dikembangkan Oleh Dosen Universitas Negeri Medan. Dosen Unimed kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai langkah untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara menjadi lokasi terbanyak pelaksanaan pengabdian Dosen Unimed dalam pengembangan TTG.

Ketua Program, Deo Demonta Panggabean didampingi Izwar Lubis dan Ali Fikri Hasibuan mengatakan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah industri rumah tangga yang bergerak dibidang kuliner roti milik Bapak Mardian. Pemilihan industri rumahan ini dikarenakan usaha kuliner roti merupakan usaha yang cukup menjanjikan sebagai panganan yang mudah diterima masyarakat mulai dari anak balita hingga orang dewasa.

"Pak Mardian sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada program kemitraan masyarakat ini, dia merasa usaha yang dijalaninya belum cukup membantu perekonomian rumah tangganya dan masih terkendala dengan manajemen modren dan teknologi," papar Pimpinan BPPC Lembaga Penjaminan Pengembangan Mutu Pendidikan (LP2MP) Unimed.

Deo menambahkan permasalahan yang paling mendasar adalah alat pemanggang atau oven yang digunakan untuk memproduksi aneka roti seperti bolu pisang, bolu brownies dan bolu pandan yang memiliki kapasitas minim yaitu 2 rak dan produk yang dihasilkan dikemas tanpa menggunakan label kemasan standart serta belum adanya sertifikat halal produk roti sebagai salah satu syarat agar produk rotinya dapat masuk ke pasar modern.

Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini difokuskan pada pelatihan manajemen usaha keuangan dan pemasaran, serta pendampingan pembuatan oven besar berbahan bakar gas, serta pendampingan pembuatan label kemasan.

"Tidak hanya manajemen, keuangan dan packaging yang menjadi prioritas juga, yaitu pendampingan halalisasi produk. Karena yang paling urgen pada usaha kuliner adalah permasalahan sertifikasi halal produk, sehingga usaha ini semakin berkembang dan dapat mudah diterima masyarakat, karena terjamin kehalalannya. Ini akan berimbas pada perekonomian mitra, juga meningkat," imbuh Dosen Muda Fisika ini.

Kepala Desa Mangga Dua Mustakim mengaku dukungan dari perguruan tinggi kepada masyarakat kelompok usaha mikro menambah wawasan dan pengetahuan, bantuan teknologi tepat guna, serta pengelolaan usaha sangat diharapkan.

"Sumbangan alat teknologi tepat guna oven berkapasitas 14 rak masing-masing berukuran 50cm x 100cm, packaging, pelatihan manajemen usaha dan pendampingan halalisasi produk dari LPPOM MUI Sumut," ucapnya.

Kegiatan yang sangat mendukung perkembangan UMKM Desa Mangga Dua, kata Mutakin, karena sebagian besar usaha masyarakat desa kesulitan mendapatkan labal halal dan teknologi. "Selain prosesnya sulit juga harga TTG dengan kapasitas besar dan berbahan stainless steel cukup mahal di pasaran," sambungnya.

Selain itu ia berharap, pendampingan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh para Dosen Unimed yang sudah berjalan selama 4 tahun di desanya dapat terus berlanjut.

"Dalam waktu priode kepemimpinan saya, Unimed telah banyak melakukan perubahan pada sektor ekonomi serta pendampingan pengetahuan yang memeberikan pencerahan bagi masyarakat Desa Mangga Dua, Kecamatan Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai," tandas Mustaqim.

Kegiatan pendampingan UMKM yang dilaksanakan di aula Desa Mangga dua, Minggu 15 September 2019, ini ditandai dengan penyerahan Oven Serbaguna dengan kapasitas besar, serta sertifikat dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

Kegiatan ini dihadiri juga Direktur Executif Pusat Pendampingan Rakyat (Puspera) Irfandi, pendamping masyarakat dari Tanato Foundation Halim Simatupang, remaja masjid dan pelaku UMKM Kabupaten Sergai. (art/drb)

Editor: admin

Sumber: Pers Rilis

T#g:kampus UnimedPemkab SergaiUMKMunimed
Berita Terkait
  • Minggu, 27 Okt 2019 15:23

    Giat Pendamping Unimed: Kemiskinan di Kota Medan Jauh di Atas Nasional

    Dari 2,6 juta penduduk yang berdomisili di Kota Medan, 18% atau sekitar 463.000 jiwa, berada dalam garis Kemiskinan. Dan hal tersebut di atas angka kemiskinan secara nasional yang menyentuh 9,66%.

  • Selasa, 15 Okt 2019 09:15

    Perempuan Batubara Kembangkan Songket Khas Melayu Kekinian

    Kaum perempuan merupakan subjek yang dapat dikembangkan potensinya dalam rangka meningkatkan peran dan tanggung jawab pembangunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

  • Sabtu, 28 Sep 2019 00:32

    Anyaman Khas Melayu Pesisir Rambah Pasar Internasional

    Setelah menjadi bagian dari produk unggulan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kerajinan anyaman pandan khas Pantai cermin, mulai mengepakan sayapnya hingga keluar negeri.

  • Rabu, 25 Sep 2019 21:58

    BUMDes MJ Bordir Bangun Strategi Pemasaran Berbasis e-Comerce Sambut Pasar Bebas

    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) MJ Bordir melakukan perubahan yang fundamental pada strategi pemasaran dengan menggunakan strategi kekinian berbasis electronic Comerce (e-comerce).

  • Rabu, 11 Sep 2019 21:50

    Profesor Unimed Kerja Nyata dengan Nano Partike di Deliserdang

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa capaian akses air bersih saat ini di Indonesia 72,55 persen. Angka ini masih di bawah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni sebesar 100 persen.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir