Bank Sumut
  • Home
  • Ekonomi
  • Terdakwa Kasus Pembunuhan Pengusaha Airsoft Gun Divonis Bebas

Terdakwa Kasus Pembunuhan Pengusaha Airsoft Gun Divonis Bebas

Rabu, 20 Des 2017 00:58
Dibaca: 417 kali
drberita/ilustrasi
Vonis bebas pembunuh pengusaha airsoft gun.
DINAMIKARAKYAT - Terdakwa kasus pembunuhan Darma divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Selasa 19 Desember 2017.

Kasus pembunuhan pengusaha Airsoft Gun, Indra Gunawan alias Kuna itu tidak terbukti atas seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

‎"Mengadili, menyatakan terdakwa Darma tidak terbukti secara sah dari dakwaan primair, subsidair maupun lebih subsidair yang diajukan oleh penuntut umum. Membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan penuntut umum," ucap Ketua Majels Hakim Wahyu Setyo Wibowo.

Dalam pertimbangan majelis hakim, uang yang diberikan Siwaji Raja alias Raja Kalimas kepada Darma senilai Rp80 juta tidak digunakan untuk melakukan pembunuhan terhadap Kuna.

"Menimbang, uang Rp80 juta yang ditransfer Siwaji Raja digunakan untuk kredit mobil dan pembangunan," ujar hakim Wahyu.

Karena dakwaan JPU Joice V Sinaga dan Aisyah seluruhnya tidak terbukti, maka majelis hakim membebaskan terdakwa Darma.

"Memerintahkan terdakwa agar dikeluarkan dari tahanan, segera setelah putusan diucapkan," pungkas Wakil Ketua PN Medan ini.

Mendengar putusan tersebut, penasehat hukum terdakwa menerimanya. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir. Usai sidang, Darma yang diboyong pengawal tahanan (waltah) hanya mengatakan singkat. "Terima kasih atas doanya," katanya.

Penasehat hukum terdakwa Darma, M. Iqbal Sinaga didampingi Mahendra Sinaga mengapresiasi dan akan mengawal putusan hakim. Menurut mereka, putusan hukum telah sesuai dan kliennya tidak terbukti seperti yang dituduhkan masyarakat.

"Jadi proses hukum yang berjalan sudah sesuai. Kita hormati proses hukumnya," pungkas Iqbal.

Ditanya apakah terdakwa Darma akan dikeluarkan dari tahanan, Iqbal menjawab ada prosedurnya. "Kita ikuti prosedurnya," jawabnya.

Terpisah, JPU Aisyah menegaskan akan melaksanakan penetapan majelis hakim yang membebaskan dan mengeluarkan terdakwa dari tahanan.

"Karena sudah penetapan hakim, kita ikuti dan harus laksanakan. Setelah petikan putusannya keluar, kita keluarkan Darma (dari Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan)," tegas Aisyah. (art/drc)

Editor: admin

T#g:pembunuhan berencanapengadilan medanpengusaha airsoft gun
Berita Terkait
  • Rabu, 07 Feb 2018 00:36

    Tiga Terdakwa Sabu 2 Kilogram Dituntut 19 Tahun Penjara dan Rp1 Miliar

    Tiga terdakwa kasus sabu 2 kilogram masing-masing dituntut hukuman selama 19 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Selasa 6 Februari 2018.

  • Selasa, 23 Jan 2018 02:27

    Terdakwa Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun Penjara

    Pria asal ‎Desa Geulanggang Teungoh, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, ini terbukti bersalah menguasai dan mengendalikan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

  • Selasa, 23 Jan 2018 00:37

    JPU Ikut Banding Vonis Mati Andi Lala

    Jaksa penuntut umum (JPU) ikut menyatakan banding atas kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Kota Medan dan kasus pembunuhan di Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara.

  • Kamis, 18 Jan 2018 23:54

    Ditangkap di Jet Pline, Penembak Mobil CRV Divonis 5 Tahun Penjara

    Dalam dakwaan JPU, terdakwa Heriawan ditangkap oleh petugas Polrestabes Medan pada Selasa 1 Agustus 2017 Pukul 03.00 WIB di tempat hiburan malam, Jet Plane, di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Medan Baru.

  • Kamis, 18 Jan 2018 12:41

    Andi Lala Banding Vonis Matinya

    Vonis mati Andi Lala atas dua kasus pembunuhan sadis yang dilakukan‎, yaitu pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dan Lubuk Pakam, Deliserdang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir