• Home
  • Ekonomi
  • Tengku Erry Dampingi Jokowi Tanam Pohon Sawit di Sergai

Tengku Erry Dampingi Jokowi Tanam Pohon Sawit di Sergai

Senin, 27 Nov 2017 23:57
Dibaca: 567 kali
drberita/istimewa
Tengku Erry dampingi Jokowi tanam pohon sawit.
DINAMIKARAKYAT - Presiden Jokowi menanam pohon kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Senin 27 November 2017, didampingi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Hadir di lokasi Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Bupati Sergai Soekirman.

Jokowi menyampaikan bukan sesuatu yang berlebihan jika sawit disebut emas hijau bagi Indonesia, sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Artinya Indonesia memproduksi bahan baku untuk sabun, kosmetik, minyak goreng, margarin, insustri kulit untuk farmasi yang semuanya itu berasal dari kelapa sawit. Dan sekarang juga sudah dimulai kelapa sawit untuk bahan baku bagi produksi bio diesel.

"Tetapi ingat kalau menjadi produsen kelapa sawit besar, artinya kita harus menjadi yang terdepan dalam pengelolaan. Yang kita lemah di sini, pengelolaannya yang perlu kita perbaiki semua. Kita harus kerja keras," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan dirinya sudah memerintahkan agar Menteri Koordinator Perekonomian memberikan bantuan untuk program PSR dalam upaya menggenjot jumlah produksi tandan buah segar (TBS) sawit pertahun milik masyarakat yang cenderung berada tiga kali lipat lebih sedikit dari milik swasta atau kurang dari 10 ton pertahun.

"Memang membutuhkan biaya besar, tetapi memang harus kita kerjakan, apakah dengan skema kredit, entah dengan skema KUR. Kalau tidak kita akan kalah dengan negara lain," ucapnya.

Presiden juga mengatakan bahwa saat ini program PSR di Sumut, sebanyak 9.109 hektare akan diremajakan. Sementara dari jumlah sawit rakyat 470 ribu hektare, yang perlu peremajaan sebanyak 350 ribu hektar.

Jadi keberadaan kebun sawit bukan hanya sekedar menghasilkan, tetapi harus dilihat jumlah produksinya apakah sudah baik atau belum. Karena itu pemerintah harus bekerjasama dengan berbagai perusahaan terkait untuk penyediaan bibit unggul sekaligus pembinaan terhadap pengelolaan kebun sawit rakyat.

Sementara, Gubernur Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmen Pemprov Sumut untuk meningkatkan kapasitas produksi kebun milik masyarakat.

"Sejarah mencatat bahwa kebun sawit pertama tahun 1911 di Indonesia berada di Sumut, tepatnya di Pulu Raja, Kabupaten Asahan. Dari sinilah kebun kelapa sawit kemudian berkembang ke berbagai provinsi di nusantara. Begitu juga pada 1916 berdiri pusat penelitian kelapa sawit yang dahulu bernama algemene prosfestation der avros (apa) dan telah berusia 100 tahun," ujar Erry pada acara pelaksanaan Program PSR yang dimulai dengan lahan seluas 41 Hektare tersebut.

Sumut merupakan pengembang industri hilir sawit pertama kali, yaitu Adolina dan Belawan pada tahun 1976. Begitu juga keberhasilan mengembangkan perkebunan model perkebunan sawit inti-plasma (PIR) sejak 1978 yang menjadi cikal bakal berkembangnya perkebunan sawit rakyat di Indonesia, di mana saat ini dari 1,3 Juta hektar lahan sawit, 430 ha di antaranya adalah milik petani. Angka ini menjadikan Sumut nomor dua penghasil sawit terbanyak setelah Riau dengan jumlah total di Indonesia 11,6 juta hektar.

"Di samping kelapa sawit, Sumut juga merupakan daerah penghasil tanaman perkebunan lainnya seperti karet, kopi, kakao, kelapa dan komoditas potensial lainnya dengan luas areal perkebunan mencapai 2.1 juta hektar," terangnya.

Khususnya tanaman karet dengan luas areal mencapai 590.000 hektar di mana 80 persen dari areal kebun karet adalah karet rakyat yang produktivitasnya juga rendah sebagai akibat dari tingginya persentase karet tua dan kurangnya semangat petani dalam melaksanakan pemeliharaan tanaman.

"Ini akibat dari anjloknya harga karet beberapa tahun belakangan. Sekitar 20 persen dari tanaman karet juga perlu diremajakan," jelas Tengku Erry. (art/drc)

Editor: admin

T#g:kebun sawitpohon sawitPresiden Jokowitengku erry nuradi
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Jun 2018 03:31

    Tengku Erry dan Mantu Jokowi Safari Ramadhan di Mandailing Natal

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan akan mampu menjaga persatuan, kesatuan serta menghempang pengaruh buruk salah satunya narkoba.

  • Selasa, 12 Jun 2018 02:39

    Tengku Erry Resmikan Tol Tanjung Morawa-Parbarakan

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meresmikan ruas jalan Tol Medan - Kualanamu –Tebing Tinggi, Seksi 1 Tanjung Morawa-Parbarakan sepanjang 10,75 Km beroperasi, Senin 11 Juni 2018.

  • Minggu, 10 Jun 2018 02:15

    Tengku Erry Percaya Dengan Sekda Sumut Sabrina

    Pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 66/TPA Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.

  • Jumat, 08 Jun 2018 07:20

    Meski Belum Selesai 100 Persen, Tol Tamora-Perbarakan Dibuka Untuk Lebaran

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa kondisi fisik ruas tol di seksi 1 Tanjung Morawa (Tamora)-Perbarakan sepanjang 10,3 km sudah siap dilalui untuk menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 1439 H/2018 M.

  • Minggu, 03 Jun 2018 22:36

    MPPM Sumut Dilantik di Rumah Dinas Gubsu

    Terbentuknya Majelis Puan Puan Melayu (MPPM) Sumut sejak dua tahun lalu, bertujuan untuk melestarikan budaya dan adat Melayu, agar tidak luntur di tengah perkembangan zaman era globalisasi saat ini.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir