Bank Sumut
  • Home
  • Ekonomi
  • Kata Erry, Kenaikkan Harga Jelang Ramadhan Masih Wajar, Benarkah?

Kata Erry, Kenaikkan Harga Jelang Ramadhan Masih Wajar, Benarkah?

Kamis, 17 Mei 2018 00:12
Dibaca: 171 kali
drberita/istimewa
Gubsu Erry Nuradi bersama rombongan sidak harga sembako jelang ramadhan di pasar tradisional Medan.
DINAMIKARAKYAT - Jelang bulan suci Ramadhan, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengunjungi sejumlah lokasi pasar tradisional dan modern di Kota Medan, Rabu 16 Mei 2018.

Dari pantauan harga di pasar, untuk bahan pokok kenaikan harganya dinilai masih dalam batas kewajaran antara 5 sampai 10 persen. Inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan di Pasar Petisah Medan.

Tengku Erry melakukan sidak didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Arief Budi Santoso dan perwakilan bulog. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Alwin Sitorus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Dahler Lubis, Kepala Biro Perekonomian Ernita Bangun, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus dan Kabag Humas Indah Dwi Kumala.

"Kami bersama ingin melihat dan mengecek harga-harga menjelang Ramadhan. Kita tahu besok (Kamis 17 Mei) sudah masuk bulan puasa. Tentu sebagai umat Islam, yang diperlukan adalah stok bahan pokok, itu harus dipersiapkan," ujar Erry seusai berkeliling di areal pasar tradisional, meninjau kondisi pedagang dan harga bahan pokok.

Dalam hal stok kebutuhan bahan pangan, kata Erry, tidak ditemukan masalah berdasarkan penjelasan pedagang di pasar tradisional. Contohnya, bawang merah, daging ayam dan daging sapi, mengalami kenaikan hanya berkisar antara 5-10 persen.

"Saya kira ini hal biasa, karena dalam hukum ekonomi bila kebutuhan meningkat sementara suplaynya tetap, maka akan ada kenaikan harga. Yang penting tentunya stabilitas kenaikan harga ini dapat kita jaga. Jangan sampai terjadi kenaikan yang sangat luar biasa. Jadi kalau naiknya masih 5-10 persen masih wajar," katanya.

Kenaikan yang sifatnya temporer, Erry meyakini harga kebutuhan pokok akan kembali turun setelah Ramadhan dan Idul Fitri selesai. Namun untuk itu pihaknya bersama Polda Sumut mempersiapkan mekanisme. Pertama melihat sisi produksi, jika tidak ada masalah, maka harga biasanya tidak akan bergejolak.

"Kalau di produksi tidak ada masalah seperti sayuran dan kebutuhan pokok lain, kemudian terjadi gejolak harga di masyarakat, berarti ada masalah di distribusinya. Dari sektor ini nanti ada tim Satgas Pangan. Itu kan untuk melihat, jangan sampai ada spekulan," sebutnya.

Jika ditemukan spekulan akan ditindaktegas secara pidana. Karena itu Pemprovsu bersama Polda Sumut meminta agar distributor tidak melakukan spekulasi dan menimbun barang-barang. Begitu juga mekanisme lain, guna memastikan harga tidak naik, atau kenaikan masih dalam tahap wajar.

"Tadi ada juga mekanisme lain, apabila harga naik, dilakukan operasi pasar. Tadi saya menyampaikan pada pedagang dan pembeli, harga masih relative stabil. Bahkan Bulog siap mendistribusikan bahan pangan seperti daging beku yang bisa dipasok Rp80 ribu/kg," katanya.

Di pasar modern, Erry juga melihat perbedaan harga bahan pokok dibandingkan di pasar tradisional tidak begitu signifikan. Harga jual yang lebih mahal diakui karena kemasan, sehingga perbedaan bisa mencapai 10 persen.

Sementara di pasar tradisional Jalan Pasar 3 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, ditemukan harga daging mencapai Rp135 ribu/kg. Hal ini diketahui dari pengakuan sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tersebut.

"Mahal kali harga daging, Rp135 ribu per kilo, naik kali harganya," ucap Siska, warga sekitar yang batal membeli daging. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bulan suci ramadhanpasar tradisionalsembako naiktengku erry nuradiumat islam
Berita Terkait
  • Minggu, 29 Jul 2018 12:06

    Kasus BUD Boru Turnip, Ombudsman Surati IPB dan Panggil Pemkab Simalungun

    Menerima laporan itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut langsung menanganinya melalui metode Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) dengan segera koordinasi dengan pihak IPB.

  • Minggu, 29 Jul 2018 11:47

    Pindah Agama Islam, Pemkab Simalungun Diduga Hentikan Program BUD Boru Turnip Kuliah di IPB

    Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera utara menjadwalkan, akan meminta keterangan Kepala Dinas Pendidikan Simalungun, Selasa 31 Juli 2018, terkait kebijakan pemerintah daerah itu yang diduga berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam progr

  • Rabu, 13 Jun 2018 03:31

    Tengku Erry dan Mantu Jokowi Safari Ramadhan di Mandailing Natal

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan akan mampu menjaga persatuan, kesatuan serta menghempang pengaruh buruk salah satunya narkoba.

  • Selasa, 12 Jun 2018 02:39

    Tengku Erry Resmikan Tol Tanjung Morawa-Parbarakan

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meresmikan ruas jalan Tol Medan - Kualanamu –Tebing Tinggi, Seksi 1 Tanjung Morawa-Parbarakan sepanjang 10,75 Km beroperasi, Senin 11 Juni 2018.

  • Senin, 11 Jun 2018 03:07

    TPHP Sumut Klaim Harga Kebutuhan Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

    Tim Pemantau Harga Pangan (TPHP) Sumut mengklaim harga kebutuhan pangan masih tergolong stabil ‎menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H. Namun masih ada sejumlah komoditi pangan mengalami kenaikan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir