Bank Sumut
  • Home
  • Ekonomi
  • Kasus Rp 147 Miliar Bank Sumut, Alwi: Pemprov dan DPRD Jangan Tidur

Kasus Rp 147 Miliar Bank Sumut, Alwi: Pemprov dan DPRD Jangan Tidur

Kamis, 20 Jun 2019 16:10
Dibaca: 412 kali
drberita/istimewa
Kantor Bank Sumut
DINAMIKARAKYAT - Kerugian yang dialami Bank Sumut sebesar Rp 147 miliar akibat pembelian Medium Trem Note (MTN) atau surat utang jangka menengah milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP finance) belum juga menemukan titik penyelesaian.

Permintaan agar Bank Sumut segera bertanggung jawab atas kerugian tersebut terus mengalir dari masyarakat. Salah satunya dari Ketua Umum Badko HMI Sumut M. Alwi Hasbi Silalahi, Kamis 20 Juni 2019.

Sebagai salah satu BUMD milik Pemprov Sumut, kata Alwi, kehilangan uang bukanlah hal yang bisa didiamkan begitu saja. Harus ada pihak yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan dan hasil dari Bank Sumut agar dapat mendorong pembangunan wilayah Provinsi Sumatera Utara.

"Bank Sumut itu kan BUMD, milik seluruh masyarakat dan kepengelolaannya juga untuk pembangunan Provinsi Sumatera Utara. Persoalan kehilangan ini jangan dianggap hal biasa, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Dan itu pasti dari pihak Bank Sumut," ujar Alwi.

Dia meminta adanya desakan kepada Bank Sumut untuk segera bertanggung jawab, baik itu dari Pemerintah Provinsi, DPRD Sumut, maupun dari lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kasus ini sudah lama berjalan, tapi sampai hari ini belum ada juga titik terang untuk penyelesaian. Ini wajib didesak, Pemprov Sumut dan DPRD jangan tidur, harus segera ambil tindakan tegas. Jika diperlukan, KPK juga harus turun tangan karena ini termasuk kerugian uang negara," lanjut Alwi.

Selain itu, Alwi juga meminta dilakukan evaluasi internal Bank Sumut. Kelalaian dalam bentuk apapun menurutnya harus diberikan sanksi, apalagi yang merugikan hingga ratusan miliar rupiah.

"Bank Sumut harus segera di evaluasi, direktur maupun dewan pengawas ngapain kerjanya sampai terjadi kelalaian sebesar itu. Jangan bilang ini bukan kelalaian, sampai tidak bisa melihat potensi suatu perusahaan begitu. Di dalam Bank Sumut kan banyak ahli keuangan dan perbankan," tandasnya.

Diketahui PT Bank Sumut sudah membeli Medium Term Note (surat utang) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan sebanyak tiga kali. Dimana PT Bank Sumut, pertama kali membeli MTN SNP pada 6 November 2017 senilai Rp 22 miliar, yang ditambah dengan Rp 30 miliar berupa underlying asset reksadana, sehingga total Rp 52 miliar.

Pembelian MTN SNP yang kedua oleh PT Bank Sumut terjadi pada 7 Maret 2018 sebesar Rp 75 miliar, dan terakhir kali pembelian MTN SNP adalah pada 12 April 2018 sebesar Rp 50 miliar. Sehingga total pembelian MTN SNP oleh PT Bank Sumut adalah Rp 147 miliar berupa surat hutang dan Rp 30 miliar berupa underlying asset reksadana.

Sayangnya semua uang PT Bank Sumut yang digunakan untuk membeli surat utang PT SNP tersebut belum jelas nasibnya, karena PT SNP sendiri sudah dinyatakan pailit dan dibekukan oleh OJK.

Hal ini diperparah lagi dengan keadaan bahwa PT Bank Sumut tidak bisa "mengesekusi" aset PT SNP karena pembelian surat utang yang dilakukan oleh PT Bank Sumut tidak melalui perusahan Sekuritas dengan kata lain tidak memiliki jaminan. (ril/drc)

Editor: admin

T#g:alwi hasbi silalahibank sumutBUMD Sumutdprd sumuthmi sumutPemprov Sumut
Berita Terkait
  • Selasa, 15 Okt 2019 10:33

    Siap-siap, Eselon 3 di 26 OPD Pemprovsu Akan Dirotasi

    Para pejabat eselon tiga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), agar bersiap-siap terkena rotasi dalam waktu dekat. Ada 26 OPD yang akan dirotasi.

  • Kamis, 10 Okt 2019 21:38

    Gubernur Edy Disambut Hangat Customer Gathering Bank Sumut di Batam

    Dalam kunjungannya, Edy Rahmayadi turut menyapa para nasabah yang sedang bertransaksi di Bank Sumut Cabang Batam. Terlihat beberapa nasabah mengajak Edy foto bersama.

  • Kamis, 03 Okt 2019 22:23

    Lelang Ulang OPD Pemprovsu, Sabrina: Yang lain nyusul

    Satu dari 9 OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dilakukan lelang ulang. Delapan OPD lainnya akan menyusul. OPD yang dilelang ulang yaitu Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Muhammad Ildrem.

  • Kamis, 03 Okt 2019 15:34

    Aktivis PMII: Acaman SKCK Irjen Agus Ciptakan Pengangguran Masal

    Ancaman yang dikeluarkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas, malah semakin terlihat jelas kegagalan Agus menangani aksi unjuk rasa.

  • Senin, 30 Sep 2019 22:31

    Mahasiswa Sumut: Aksi Kami Murni

    Dalam konfrensi persnya, Senin (30/9), Zulfahmi menyatakan mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu merupakan perwakilan dari STAIS, Unimed, UISU, UINSU, UMSU, ITM, dan UPU.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir