Bank Sumut
  • Home
  • Ekonomi
  • Ayo Investasi Berjamaah Pembesaran Kerang Batu

Ayo Investasi Berjamaah Pembesaran Kerang Batu

Oleh: Yudha
Sabtu, 19 Okt 2019 12:32
Dibaca: 151 kali
drberita/istimewa
Petani KTH Bakti Nyata.
DRberita | Kelompok Tani Hutan (KTH) Bakti Nyata menjalankan program investasi berjamaah usaha pembesaran kerang batu, dengan menjual slot-slot saham yang nilai minimalnya Rp 250 ribu.

Ketua KTH Bakti Nyata, Samsul K mengatakan, program ini mereka jalankan di lahan Bumi Mangrove yang mereka kelola di Paluh 80, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

"Sejauh ini sudah ada dua petak lahan masing-masing seluas 400 m2 yang ditabur bibit kerang, dengan banyak bibit tiap petak setengah ton," kata Samsul, akhir pekan 19 Oktober 2019.

Dikatakannya, kedua petak itu seluruhnya dimodali investor yang ikut dalam program investasi berjamaah. "Cara ini kami lakukan untuk mengajak masyarakat yang minat berusaha, namun memiliki modal terbatas, atau tengah menjajaki usaha yang pas dengan prospek yang bagus," ujarnya.

Usaha pembesaran kerang batu ini, menurutnya, punya prospek sangat bagus, apalagi dengan permintaan kerang untuk ekspor yang tinggi dengan harga yang tinggi pula. Sementara pasokannya kebanyakan masih mengandalkan hasil kerang alam.

"Terlebih dengan potensi lahan pasang surut hutan mangrove yang kami kelola, seluas 84 hektare dari program kemitraan kehutanan yang tahap awal ini akan berlangsung selama 10 tahun," paparnya.

Sementara itu, pelaksana program Eko Hendra menjelaskan investasi ini mensyaratkan pembelian saham dengan harga Rp 250 ribu/slot. Usaha dijalankan sistem syariah, dengan bagi hasil antara investor dengan pelaksana 60:40 setelah dikeluarkan modal dan dana amal 2,5 persen.

"Hitungannya begini, tiap petak lahan membutuhkan modal Rp 10 juta untuk pembelian bibit, pemasangan jaring dan biaya jaga hingga panen. Modal sebanyak itu kami bagi menjadi 40 slot, sehingga tiap slot saharga Rp 250 ribu," jelasnya.

Estimasi keuntungannya, dijelaskan Eko lagi, dari jumlah bibit setengah ton ditargetkan setelah tiga atau empat bulan menghasilkan dua ton (2.000 kg) dengan harga rata-rata Rp 20 ribu/kg sehingga diperoleh omset Rp 40 juta.

"Kami akan kembalikan dulu modal investor sebesar Rp 10 juta, lalu sisanya Rp 30 juta dipotong dana amal 2,5% sehingga selebihnya menjadi profit yang akan dibagi 60:40 antara investor dengan pelaksana," paparnya.

Melalui program ini, sambung Eko, akan terwujud pemberdayaan ekonomi baik peserta investasi maupun anggota kelompok tani. Serta terwujud pula kesejahteraan sosial, karena dana amal yang terkumpul akan disalurkan kepada anak yatim piatu atau duafa di sekitar lokasi program. (art/drc)

Editor: admin

T#g:bumi mangroveinvestasi berjemaahkerang batukth bakti nyata
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Okt 2019 23:59

    Mahasiswa UPU Medan Tanam Bakau di Bumi Mangrove

    Penanaman itu di lahan Bumi Mangrove yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Bakti Nyata, yang saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ekowisata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir