14 Investor China "Kuasai" Sumatera Utara

Senin, 19 Des 2016 23:34
Dibaca: 2.674 kali
istimewa
Gubernur Sumut dan investor China.

DINAMIKARAKYATCOM - Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi mengharapkan jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten kota, terutama pihak BUMN seperti Pelindo, PLN, PTPN dan lainnya serius menyambut kehadiran investor Provinsi Hubei, Republik Rakyat China (RRC) yang akan bekerjasama untuk pembangunan Sumatera Utara.

"Mereka para investor-investor besar Tiongkok sangat berminat melakukan kerjasama dalam berbagai bidang di Sumatera Utara. Kita harus menyambut dengan serius. Untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara, mereka kita beri kemudahan dalam berinvestasi," tandas Erry dalam pertemuan dengan 14 investor dari Provinsi Hubei, China, di Kantor Gubsu, Medan, Senin (19/12/2016).

Dalam kesempatan itu, Erry didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Purnama Dewi Daulay berharap BUMN-BUMN di Sumut dapat membantu dengan penyampaikan permasalahan maupun pencapaian yang telah disepakati dengan para investor kepada pusat. "Kita harus bertindak cepat, tepat dan transparan," sebut Erry.

Erry menyebutkan kunjungan investor Hubei ini merupakan kunjungan balasan setelah Agustus 2016 kemarin, Pemprov Sumut ke Provinsi Guangzhou dan Provinsi Hubei. Di mana waktu itu telah disepakati pengembangan kawasan ekonomi terpadu kedua provinsi yakni Hubei dan Sumatera Utara.


Waktu itu MoU dengan Vice Governor (Wakil Gubernur Provinsi Hubei) Ren Zhenhe di Kota Wuhan, Cina, Kamis (4/8/2016). "Sumut punya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke. Peluang ini harus benar-benar dimanfaatkan investor untuk kemajuan pembangunan Sumatera Utara dan Provinsi Hubei khususnya," ujar Erry.

Waktu itu, Pemprov Sumut mendapat dukungan penuh dari Wakil Gubernur Hubei dan Walikota Wuhan dengan ditandatanganinya Pernyataan Kehendak dan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Provinsi Hubei di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, teknologi, kebudayaan, pendidikan, kesehatan dan komunikasi.

Para investor dari Hubei itu akan menanamkan modal di Sumatera Utara yakni Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd. tentang pembangunan kawasan industri yang berlokasi di Kabupaten Batubara dan menjadikannya pusat perekonomian ASEAN baru serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitan 1800 MWA.

Lalu, Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd dan PT Bumi Energy Bersinar Indonesia tentang Pembangunan Kawasan Strategis Perekonomian ASEAN Baru di Provinsi Sumatera Utara. Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd dan PT Bumi Energy Bersinar Indonesia tentang Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara dengan kapasitas 1800 MW di Provinsi Sumatera Utara.


Kemudian, Wuhan City Sendler and Technologi Co. Ltd. dan PT Bumi Energy Bersinar Indonesia tentang Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Batubara dengan kapasitas masing – masing 100 MW di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Sedangkan perusahaan China Southern Power Grid Co. Ltd (Integrated Energy) dan PT Bumi Energy Bersinar Indonesia tentang pembangunan pembangkit listrik di Sumatera Utara dengan menggunakan bahan bakar batubara, tenaga surya, gas alam, tenaga air dan diutamakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang menerapkan prinsip teknologi bersih untuk pembangunan perekonomian Sumatera Utara termasuk bidang industri.

Lalu, Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd telah mendaftarkan perusahaannya menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia dan berkantor pusat di Medan dengan nama Sunrise International Investment Group.

Pihak Sunrise International Investment Group sendiri telah melakukan kunjungan ke Sumatera Utara sebanyak 4 (empat) kali antara lain pada tanggal 18 Agustus 2016, 21 Agustus 2016 dan 23 November 2016 dengan minat investasi antara lain: Pembangunan Kawasan Strategis Ekonomi ASEAN di Sumatera Utara dengan nilai investasi sebesar USD. 100 Milyar yang direncanakan akan dibangun di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Batubara.

Kemudian ikut ambil bagian dalam program pengadaan listrik 35.000 MW dengan berencana membangun pembangkit tenaga listrik di beberapa daerah di Sumatera Utara termasuk Nias. Mendukung program pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba, proyek pembangunan Jalan Tol khususnya Tebing Tinggi – Parapat dengan harapan dapat segera dilaksanakan dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara bersama dengan PT Pelindo I.


Penjajakan yang telah dilakukan antara lain dengan mengunjungi rencana lokasi kerjasama, yakni Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Nias, lokasi proyek jalan tol Tebing Tinggi – Parapat, pelabuhan Kuala Tanjung dan pelabuhan Belawan.

Hasil pertemuan terakhir dengan Sunrise International Investment Group pada tanggal 23 November 2016 di Ruang Rapat Beringin Lt. VIII Kantor Gubsu dimana Sunrise International Investment Group berminat dalam pembangunan proyek jalan tol Tebing Tinggi – Parapat.

Sunrise International Investment Group  juga telah menggandeng China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dari Malaysia sebagai mitra dalam kerjasama pembangunan proyek infrastruktur di Sumatera Utara. Sunrise International Investment Group juga telah menjajaki kemungkinan kerjasama tersebut ke Kementerian PU dan BUMN.

Selain proyek jalan tol Tebing Tinggi – Parapat, Sunrise International Investment Group juga berminat pada proyek – proyek pembangunan infrastruktur lainnya di Sumatera Utara seperti : Kawasan Strategis Ekonomi ASEAN Baru di Sumatera Utara, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1800 MW, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 400 MW di Nias.

"Kami meminta pihak-pihak terkait segera membentuk tim dan bekerja untuk menindaklanjuti minat Sunrise International Investment Group dalam rencana pembangunan proyek–proyek infrastruktur tersebut di atas," tandas Erry Nuradi. (art/drc)

T#g:cinagubsu
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jan 2018 04:27

    KPK Diminta Sadap Proses Pengadaan Logistik Pilgubsu

    Ketua Umum DPP Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (GAMSU) Ali Muksin meminta KPK melakukan penyadapan terhadap proses pengadaan logistik pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018.

  • Rabu, 17 Jan 2018 01:54

    Ketum DPP SPRI Menilai Edy Rahmayadi Terkesan Sangat Apriori

    Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) menilai pernyataan Cagubsu Edy Rahmayadi yang merendahka jurnalis di Medan, Sumatera Utara, termasuk golongan orang susah terkesan sangat apriori.

  • Selasa, 16 Jan 2018 14:01

    Soal Pilgubsu Rp1,2 Triliun, Saut: Kerja KPK membawa koruptor ke pengadilan

    Besarnya biaya pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018 ini menimbulkan banyak penilain, sehingga perlu adanya pengawasan ekstra agar tidak terjadi kebocoran, khususnya kepada KPK.

  • Selasa, 16 Jan 2018 01:34

    Kata Muhri, Seandainya Tengku Erry Ikut Pilgubsu Pasti Akan Lebih Menarik

    Jika konteks penilaian terhadap calon gubernur dan pasangannya, lanjut politisi demokrat ini, hanya pasangan JR Saragih dan Ance Silian yang benar-benar memiliki rekam jejak pengorbanan terhadap pembangunan daerah.

  • Senin, 15 Jan 2018 23:54

    DPRD Sumut: KPK Tidak Perlu Awasi Anggaran Pilgubsu

    DINAMIKARAKYAT - Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) tidak perlu mengawasi anggaran pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) senilai Rp1,2 triliun.Demikian ditegaskan anggota DPRD Sumut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 drberita.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir